Erick Thohir Belum Berniat Bikin Holding Bank BUMN

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
132

Menteri BUMN Erick Thohir/Dokumentasi Kementerian BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya belum berencana membentuk holding atas 4 bank milik negara yang tergabung dalam Himbara. Tiap-tiap bank BUMN itu dibiarkan bersaing secara sehat dengan basis segmen pasar yang jelas.

“Soal bank kan sebelumnya ada pemikiran holdingisasi tapi saya berpikir berbeda, saya harap bank-bank bisa bersaing dengan sehat tapi dengan segmen pasar jelas,” kata Erick saat menghadiri acara diskusi secara daring, Kamis (2/7).

Erick mengatakan, 3 bank Himbara yaitu BTN, BRI dan Bank Mandiri telah memiliki segmentasi pasar yang sangat jelas dan kuat. BTN, misalnya, fokus dalam pembiayaan perumahan, lalu BRI fokus di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan Bank Mandiri fokus di sektor korporasi.

“Saya support BTN menjadi bank yang fokus pada perumahan, apakah dengan konsep mendorong mereka bersinergi dengan tanah-tanah di BUMN seperti KAI dengan TOD (Transit Oriented Development), atau dengan Perumnas, saya harap fokus di situ. Mikro UMKM akan di BRI. Korporasi di Bank Mandiri,” kata Erick.

Baca Juga :   Ini ‘Jurus’ Silmy Karim Perbaiki Kinerja Krakatau Steel

Untuk BNI, kata Erick, pihaknya belum melihat segmen pasar yang jelas dan terlalu bersaing di segmen yang serupa dengan Bank Mandiri. Karena itu, pihaknya menyarankan kepada jajaran direksi agar bank dapat bertransformasi sebagai bank internasional dan menjadi sumber pendanaan bagi para pengusaha dalam negeri yang ingin berekspansi bisnis ke luar negeri.

Erick lantas merujuk di Tiongkok. Apabila pengusaha Tiongkok ingin berekspansi di Eropa, maka dananya berasal dari bank dalam negeri. Kemudian pinjaman tersebut dapat dikembalikan melalui refinancing dalam jangka waktu 3 tahun saja.

“Ini yang kita harapkan, jadi kita dapat funding murah dari luar negeri untuk pengusaha dalam negeri tapi juga ketika pengusaha berakuisisi di luar negeri ada bank yang punya bendera kita mendukung itu,” kata Erick.

Sementara itu, untuk bank BUMN syariah, Erick menyebut sedang menyusun rencana merger. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Erick menilai belum ada fasilitas perbankan syariah yang memadai.

Ini merupakan bagian dari segmentasi Himbara untuk memperkaya pangsa pasar masing-masing dan mencegah terjadinya kanibalisasi antara bank Himbara. “Insya Allah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri dan BNI. Supaya tadi ada opsi-opsi pendanaan bagi yang percaya bisnis syariah kita mesti buka itu, karena yang namanya pendanaan ada macam-macam,” katanya.

Baca Juga :   AP I: Sempat Anjlok di Mei, Traffic Penerbangan Mulai Naik di Juli 2020

 

Leave a reply