Erick Thohir: Penanganan Covid-19 Indonesia Masih Lebih Baik Dibanding Negara Maju

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
77

Menteri BUMN Erick Thohir memberi sambutan dalam acara webinar secara virtual/Dokumentasi The Iconomics

Pemerintah mengklaim penanganan Covid-19 jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Prancis dan Italia. Data per 14 September 2020 menunjukkan rasio tingkat kesembuhan, tingkat kematian dan tingkat kasus aktif pasien Covid-19 di Indonesia masih lebih baik dibanding negara-negara tersebut.

Data untuk Prancis, misalnya, tingkat kesembuhannya di angka 23,4%, tingkat kematian 8% dan kasus aktif 68%. Sedangkan AS tingkat kesembuhannya di angka 60%, tingkat kematian 3%, lalu kasus aktif 38%. Terakhir, Italia tingkat kesembuhannya 74%, tingkat kematian di 12,38%, dan tingkat kasus aktif 13,38%.

“Kita dalam posisi baik, di mana tingkat kesembuhan kita 71%, tingkat kematian kita sudah bisa ditekan di bawah 4%, dan kasus aktif sendiri kurang lebih 24,5%,” kata Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir dalam sambutannya di sebuah webinar secara virtual, Jakarta, Selasa (15/9).

Secara tren, kata Erick, angka kesehatan yang dihasilkan Indonesia saat ini masih mendekati dengan tren rata-rata secara global, di mana tingkat penyembuhannya 72,04% dengan rata-rata kematian 3,18% dan kasus aktif 24,78%.

Baca Juga :   Garuda Indonesia Hormati Keputusan KPPU soal Kartel Harga Tiket

Indonesia, kata Erick,  masih ketinggalan jika dibandingkan dengan Jepang yang masyarakatnya dianggap mempunyai tingkat kedisiplinan yang besar. Pasalnya, tingkat kesembuhan sangat tinggi di angka 88,9%, sedangkan tingkat kematiannya juga berhasil ditekan rendah di 1,9% dengan kasus aktif sekitar 9%.

Selain itu, kata Erick, tingkat kematian di Indonesia akibat Covid-19 masih terlalu tinggi, apalagi terhadap para tenaga kesehatan seperti para dokter dan perawat yang merupakan garda terdepan dalam upaya nasional menanganani pasien Covid-19.

“Penting sekali tingkat kematian menjadi prioritas. Untuk menjaga tren kita yang sekarang yang awalnya sekitar 8%, turun dan bisa hit 3,99%. Tidak lain ini karena tentu kita terapkan protokol yang kita terus sempurnakan,” katanya.

Leave a reply