Gebrakan Para Praktisi Public Affairs Lahirkan Public Affairs Forum

0
111

Peresmian Public Affairs Forum Indonesia secara virtual pada Kamis (15/10/2020)/Dok. PAF

Perubahan inovasi teknologi, arah kebijakan regulasi, politik dan ekonomi menjadi sejumlah faktor yang mendorong profesi public affairs untuk gesit beradaptasi. Sayangnya, ruang praktisi public affairs Indonesia untuk memperkaya ilmu dan pengalamannya masih sangat terbatas.

Menurut Director Corporate Affairs APRIL Group Agung Laksamana, jam terbang dan spesialisasi sektor industri masih menjadi andalan pelaku public affairs untuk mengasah pengalamannya.

“Padahal, saat ini kita butuh banyak praktisi public affairs untuk mendukung visi Indonesia maju 2030 termasuk agar kita bisa berkompetisi di ranah global. Perlu eksposur untuk mengakselerasi kemampuan dan kapabilitas praktisi public affairs untuk mencapai level strategis. Esensinya, praktisi public affairs harus adopt, adapt dan adept dalam menghadapi trenperubahan ke depan,” kata Agung dalam siaran pers.

Permasalahan tersebut mendorong sejumlah praktisi public affairs dari berbagai industri menggagas dibentuknya Public Affairs Forum pertama di Indonesia. Agung yang juga sebagai ketua panitia penyelenggara berharap forum ini bisa menjadi angin segar bagi para praktisi public affairs, tapi juga untuk public relations, government relationsdan regulatory affairs di seluruh Indonesia.

Baca Juga :   CEO Freeport Indonesia: Fungsi  Public Affairs Bukan ‘Pemadam Kebakaran’

Dalam peresmian forum tersebut yang digelar secara virtual pada Kamis (15/10/2020), hadir sejumlah tokoh senior di kalangan public affairs, salah satunya CEO Freeport Indonesia Tony Wenas.

Public affairs harus dilibatkan sejak awal di setiap proyek dan perencanaan arah perusahaan. Pembuatan key message juga harus memenuhi tiga hal benar, baik dan berguna untuk dikomunikasikan,” kata Tony.

Hadir pula Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menegaskan komunikasi menjadi sangat penting bagi suatu negara dalam menyampaikan kebijakan. Diperlukan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan dari praktisi public affairs kepada publik untuk membantu pemerintah agar meminimalisir timbulnya kesalahpahaman.

Peresmian forum tersebut juga dibarengi dengan webinar yang menghadirkan Chairman & Chief Consultant Kiroyan Partners Noke Kiroyan, VP Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi N. Alam, dan Chief of Public Policy & Government Relations GOJEK Shinto Nugroho.

Agung Laksamana menegaskan webinar kali ini adalah langkah awal.  Langkah selanjutnya, selain menjadi ruang sinergi dan membangun profesionalisme, Forum ini memberi masukan-masukan strategis kepada Pemerintah sekaligus menjadi wadah terciptanya solusi-solusi praktis dan jangka panjang untuk membangun reputasi organisasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia mengatakan bila tertarik bergabung dengan forum ini, calon peserta dapat menghubungi Sekretariat Forum.

Baca Juga :   CEO Freeport Indonesia: Fungsi  Public Affairs Bukan ‘Pemadam Kebakaran’

“Kami sangat bangga bahwa ternyata banyak sekali pihak yang menantikan terbentuknya forum ini. Kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung peresmian forum ini, yakni PT. Freeport Indonesia, ExxonMobil Indonesia, Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka), Hero Group, APRIL Group, dan The Iconomics. Kami berharap forum ini dapat terus berlanjut dan menelurkan banyak gagasan dan pengalaman baru bagi para pegiat Public Affairs,” kata Agung.

Leave a reply