Jokowi: Krisis Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Besar Ekonomi

0
136

Presiden Joko Widodo/Istana

Dunia dilanda krisis dan kesulitan. Ada 215 negara yang kesulitan karena pandemi Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada 20,4 juta kasus terinfeksi Covid-19 dengan jumlah kematian mencapai 744 ribu jiwa  per 13 Agustus lalu.

“Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara-negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-75  Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta, Jumat (14/8).

Jokowi mengatakan, karena Covid-19 dunia mengalami krisis perekonomian terparah dalam sejarah. Indonesia, misalnya, pada Kuartal I/2020, pertumbuhan masih mencapai 2,97%. Namun, pada Kuartal II/2020, pertumbuhan ekonomi nasional mengalami kontraksi hingga -5,32%.

Sementara negara-negara maju, kata Jokowi, mengalami kontraksi hingga -17% hingga-20%. Kemunduran ini dinilai bisa menjadi peluang dan momentum Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Jokowi mengibaratkan situasi sekarang ini seperti komputer: macet dan hang.

Karena itu, kata Jokowi, semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan restart, melakukan rebooting. Dan semua negara mempunya kesempatan mengatur ulang semua sistemnya.

Baca Juga :   Belgia Gunakan Robot Detektor Demam untuk Garda Terdepan

“Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru, sekali lagi kebangkitan baru, untuk melakukan sebuah lompatan besar,” kata Jokowi lagi.

Masih kata Jokowi, ini merupakan waktu yang tepat membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Terutama di bidang bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Momentum krisis ini merupakan waktu yang tepat untuk dibajak dalam melakukan lompatan-lompatan besar.

“Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara upper middle income country. Dan 25 tahun lagi, pada usia seabad RI, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia negara maju,” katanya.

Leave a reply