Kementerian BUMN dan Koperasi Sepakat Pulihkan UMKM Terdampak Covid-19

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
120

Menteri BUMN Erick Thohir/Dokumentasi Kementerian BUMN

Kementerian BUMN bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) untuk membantu pemulihan dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19. Keduanya sepakat mengembangkan dan membina koperasi serta UMKM.

Penandatanganan kesepakatan tersebut diwakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri BUMN Erick Thohir. Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), penyediaan bahan baku, logistik, dan pemasaran serta tidak terbatas melalui digital platform dalam hal pengembangan dan pembinaan koperasi dan UMKM.

Merespons kesepakatan itu, Erick Thohir mengatakan, ini merukan langkah konkret antara kedua instansi pemerintah dan merupakan suatu keberpihakan yang diharuskan. “Saya sudah sampaikan dengan hasil diskusi rapat kita lakukan beberapa bulan ini, hari ini kita terbukti bisa melakukan hal yang bisa disinergikan antara BUMN dan UMKM dan ini sebuah keberpihakan yang diharuskan bukan pilihan,” kata Erick saat telekonferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (14/8).

Berbagai bentuk sinergi yang telah dan akan dilakukan antara kedua kementerian untuk membantu mengembangkan dan membina UMKM, kata Erick, antara lain meluncurkan platform digital PaDi UMKM. Perusahaan-perusahaan BUMN bisa mendukung UMKM dengan menyertakannya dalam pengadaan kebutuhan belanja BUMN hingga Rp 14 miliar.

Baca Juga :   Pertamina Lakukan Upaya Rasionalisasi 25 Anak Perusahaan

“Alhamdulillah besok kita launching platform PaDi UMKM di mana BUMN men-support UMKM untuk ikut pengadaan capex BUMN. Awalnya kita lakukan 9 BUMN, lalu tahun depan 30 BUMN, dan setelah Juni (2021) baru seluruh BUMN. Nilainya setahun kira-kira Rp 18 triliun,” kata Erick.

Masih kata Erick, pihaknya juga akan bekerja sama untuk mensinergikan SMESCO yang merupakan tempat pembinaan UMKM dengan Sarinah. Juga akan menjadi tempat bagi UMKM tersebut untuk berdagang dan sebagai kurator atas produk-produk UMKM yang akan dipromosikan ke pasar internasional.

Leave a reply