Pendapatan KREN 95,5% Ditopang Segmen Teknologi

Reporter: Petrus Dabu
0
173

Foto: kontan.co.id

PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) membukukan pendapatan sebesar Rp 11,6 triliun sepanjang 2019 lalu, naik 60,89% dibandingkan Rp 7,2 triliun pada 2018. Kontribusi pendapatan dari segmen teknologi dan digital terus meningkat dari 88,2% pada 2018 menjadi 95,5% pada 2019.

Pendapatan KREN dari segmen teknologi dan digital membukukan peningkatan 74,4% yoy, naik dari Rp 6,4 triliun pada 2018 menjadi Rp 11,1 triliun pada 2019. “Hasilnya, laba operasi dari segmen ini berhasil untuk mencatat pertumbuhan 48,8% yoy, melonjak dari Rp 96,8 miliar pada 2018 menjadi Rp 144,1 miliar pada 2019. Sementara itu, segmen finansial dan investasi mencatat penurunan 40,5% yoy  dan 57,1% yoy, menjadi Rp 447,1 miliar dan Rp 216,1 miliar,” jelas Stanley Tjiandra, Group Head Investor Relations PT Kresna Graha Investama Tbk dalam keterangan tertulis yang diterima Iconomics, Sabtu (30/5).

Dijelaskan juga kualitas aset dan solvabilitas tetap solid, sebagaimana ditunjukkan oleh posisi kas bersih sebesar Rp 1,8 triliun pada 2019. Dari sisi profitabilitas, KREN terus mematuhi komitmennya untuk menghasilkan wealth creation untuk shareholders-nya, sebagaimana ditunjukkan oleh ROAE-nya yang tinggi sebesar 13,8% pada 2019.

Baca Juga :   Dukung Industri Konten Indonesia, Anak Usaha NFC Indonesia Tbk Turut Mendanai GoPlay

Stanley menjelaskan tiga strategi inti KREN, yakni pengayaan ekosistem digital, pemberdayaan jaringan distribusi, dan amplifikasi ekosistem melalui natural use-cases, telah membuahkan hasil yang luar biasa. Pada tahun 2019, KREN berhasil secara agresif memperluas digital distribution channels, naik 111% yoy menjadi 160.000 titik, dari hanya 76.000 pada 2018. Dengan ini, Perseroan berharap untuk memperdalam penetrasi pasar dan melayani pelanggannya di seluruh negeri dengan lebih baik lagi.

Dengan mindset Grup yang didorong oleh inovasi, Perseroan secara konsisten berinovasi dengan tujuan melanjutkan dedikasinya untuk memenangkan hati pelanggan melalui keunggulan distribusi digital Grup. Melalui entitas anaknya, Perseroan memperkenalkan platform pemasaran dan loyalitas berbasis WhatsApp for Business (WABA), didukung oleh tekonologi artificial intelligence (AI) dan opsi pembayaran yang komprehensif. Selama masa soft launch, Perseroan menerima tanggapan positif baik dari mitra bisnis dan pelanggan. Didukung oleh kesuksesan ini, Perseroan akan memperluas jangkauannya ke luar segmen ritel modern dan F&B, memasuki segmen logistik, transportasi umum, telko dan perbankan.

Baca Juga :   Kresna Graha Investama Garap Life Science dan Biotech

Pada kuartal akhir tahun 2019, entitas anak Perseroan, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), perusahaan digital cloud advertising and trade marketing, mencatat IPO yang sukses dengan tingkat oversubscription sebanyak 7,1 kali dan meraih Rp 619 miliar, yang kemudian diikuti oleh traksi yang besar dalam operasi Perseroan, dengan 7.000 layar tersebar pada akhir 2019. Alhasil, titik periklanan DMMX melonjak sebesar 39,8% yoy dari 4.105 pada 2018 menjadi 5.737 pada 2019.

Dengan banyaknya amunisi dari IPO, DMMX menargetkan ekspansi agresif untuk jaringan iklannya di seluruh Indonesia, menyediakan berbagai solusi digital marketing dan advertising untuk peritel moderen, pelaku general trade, UKM, restoran cepat saji, perbankan, serta perusahaan multifinance.

Leave a reply