Tingkat Wanprestasi Fintech P2P Lending Naik Jadi 7% di Masa Covid-19

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
148

Iustrasi/Beritagar

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut tingkat wanprestasi pengembalian di industri fintech peer to peer (P2P) lending meningkat 7% selama Covid-19. Kenaikan tersebut berdampak pada turunnya tingkat keberhasilan bayar menjadi 92,01%.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya sektor ekonomi yang terdampak Covid-19 sehingga menurunkan tingkat pendapatan nasabah. “Kami lihat di sini adalah banyak sektor terdampak sehingga ini sangat mempengaruhi,” kata Adrian saat webinar, Rabu (23/9).

Menurut Adrian, agar tingkat keberhasilan bayar tidak menurun terus, maka beberapa perusahaan fintech P2P lending sedang menghindari beberapa sektor untuk diberikan pinjaman. Semisal, sektor pariwisata, real estate dan manufaktur.

“Selain itu, kita lihat ada potensi di retail, seperti kesehatan, makanan¬† dan e-commerce. Ini sektor yang banyak platform pinjaman beralih ke sana,” kata Adrian.

Berdasarkan data AFPI, kata Adrian, tingkat penyaluran pinjaman selama masa pandemi berkurang dibandingkan kondisi sebelum pandemi. Nilai outstanding pinjaman perusahaan fintech P2P lending per Juli 2020 mencapai Rp 11,93 triliun atau turun 11,69% dari posisi Januari lalu yang masih Rp 13,51 triliun.

Baca Juga :   Mengenal Tommy, Pendiri Perusahaan Fintech yang Biayai Pendidikan

Sementara dari sisi akumulasi pinjaman, per Juli 2020 sebesar Rp 116,97 triliun, atau naik 32,36% dari posisi Januari 2020 yang masih Rp 88,37 triliun. Peningkatan akumulasi pinjaman periode Juli 2020 ini lebih kecil ketimbang akumulasi periode Juli 2019 yang sebesar 91,48% dari posisi Januari 2019.

Leave a reply