UMKM Diharapkan Topang Perekonomian Nasional di Masa Covid-19

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
85

Menteri Perdagangan Agus SuparmantoMenteri Perdagangan Agus Suparmanto/Antara

Pemerintah berharap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memainkan peran untuk menopang perekonomian di masa Covid-19. Apalagi sektor UMKM berkontribusi sebesar 60% dari total PDB dan menyerap sekitar 96% dari total 133 juta angkatan kerja serta 14% dari total ekspor.

Kendati demikian, kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga mengubah daya beli dan pola konsumsi masyarakat. Dan itu memunculkan tantangan baru yang dihadapi oleh UMKM.

“Hal yang perlu segera dijawab adalah bagaimana tantangan itu dapat dihadapi dengan memanfaatkan potensi yang ada. Bagaimana nilai konsumsi dalam negeri yang besar dapat berkontribusi dan membantu UMKM tetap bertahan, beradaptasi, bahkan berkembang dalam situasi kebiasaan baru masyarakat yang serba digital,” kata Agus dalam acara virtual peluncuran “Bangga Buatan Indonesia #Pernakakpernikunik”, Rabu (16/9).

Menurut Agus, saat ini negara asing telah berlomba – lomba masuk ke Indonesia dengan produk impor mereka, mengingat tingkat konsumsi masyarakat Indonesia yang sangat besar. Untuk menjaga pasar dan daya saing produk UMKM, Kementerian Perdagangan telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan daya saing serta akses pemasaran produk UMKM melalui pelatihan dan kemampuan manajemen pelaku usaha.

Baca Juga :   Skenario Terburuk karena Covid-19, Ekonomi Indonesia Bisa Minus 0,4%

“Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi kampanye ‘Bangga Buatan Indonesia’ melalui webinar, penayangan konten ‘Bangga Buatan Indonesia’ di media sosial, serta aktivitas program ‘Bangga Buatan Indonesia’ agar masyarakat lebih mencintai dan menggunakan produk Indonesia,” kata Agus.

Kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap Tanah Air, kata Agus, perlu diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata yang membantu meningkatkan perekonomian bangsa, terutama di masa pandemi ini. Secara sederhana, wujud nyata kecintaan terhadap bangsa adalah membeli produk buatan Indonesia.

“Dari pikiran itu, Kemendag akan berupaya mengajak masyarakat agar selalu bangga menggunakan produk lokal, khususnya pernak pernik unik asli Idonesia,” kata Agus.

Acara kali ini dibarengi dengan peluncuran virtual expo, launching website “Bangga Buatan Indonesia” Kemendag, launching lomba video pernak pernik unik, launching gerobak dagang digital, dan launching video pemasaran online.

“Dengan launching aktivitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk secara digital serta menggugah masyarakat untuk lebih bangga buatan Indonesia, peduli, mencintai, dan membeli produk Indonesia,” katanya.

Leave a reply