APPBI: Pembukaan Mal di DKI Jakarta, Tunggu Izin dari Gubernur

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
115

Ilustrasi mal sepi/detik.com

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan pembukaan mal-mal di DKI Jakarta masih menunggu izin dari Gubernur Anies Baswedan. Benar bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta akan berakhir pada 4 Juni nanti, tapi tak otomatis mal akan beroperasi.

Menurut Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan, informasi yang menyebutkan mal-mal di DKI akan beroperasi kembali pada 5 Juni nanti adalah keliru. Sebab, APPBI belum mendapatkan izin dari Anies. Pembukaan mal juga bergantung dari beberapa faktor antara lain memastikan tingkat penularan (R0) Covid-19 di Jakarta sudah di bawah 1.

“Apakah mal buka tanggal 5? Ini tergantung dari beberapa hal. Pertama, tergantung apakah grafik R0 kita untuk Covid-19 turun di bawah 1, misalnya di 0,8 0,7. Tapi kalau di atas 1 saya kira PSBB akan diperpanjang,” kata Stefanus saat telekonferensi secara virtual, Rabu (27/5).

Sebelumnya, Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat menyampaikan perihal rencana 67 pusat perbelanjaan di DKI Jakarta siap beroperasi kembali pada 5 Juni nanti dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Soal ini, Stefanus mengatakan, maksud pengumuman itu adalah mal akan kembali beroperasi apabila sudah ada izin dari Anies.

Baca Juga :   Inilah Penjelasan Ditjen Pajak Soal Tarif Baru PPh Badan

Itu sebabnya, 67 pusat perbelanjaan tersebut menyatakan siap kembali beroperasi pada 5 Juni, sementara 6 pusat perbelanjaan lainnya akan siap buka pada tanggal 8 Juni. Intinya, kata Stevanus, pembukaan pusat perbelanjaan harus menunggu keputusan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Belum ada jadwal akan buka sebab untuk SOP-nya saja, dan apa saja yang diputuskan dalam new normal masih belum dibahas (dengan pemerintah), sebab ini detail sekali. Harus hati-hati membuat keputusan karena kalau salah dampaknya luar biasa,” kata Stefanus.

Sejak penerapan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia, kata Stefanus, dari 326 mal yang merupakan anggota asosiasi, sekitar 170 toko telah tutup. Sementara sisanya masih tetap buka. Ini terjadi karena kebijakan penutupan mal sangat bergantung pada kondisi tiap-tiap daerah.

Leave a reply