Bank Himbara Wajib Salurkan Kredit Tiga Kali Lipat dari Dana yang Ditempatkan Pemerintah

Reporter: Petrus Dabu
0
79

Bank-bank milik negara (Himbara)/metrobali.com

Empat bank BUMN atau Himbara ketiban dana murah dari pemerintah sebesar Rp30 triliun. Dana tersebut merupakan uang negara yang berada di Bank Indonesia dan dialihkan ke bank Himbara untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional yang lesu akibat dampak pandemi Covid-19.

Jangka waktu penempatan dana tersebut adalah 3 bulan dan dapat diperpanjang sesuai evaluasi dengan tingkat bunga sebesar 80% dari BI-7 Day-Reserve Repo Rate. Suku bunga yang sama ini juga berlaku ketika dana tersebut selama ini ditempatkan di Bank Indonesia.

Sebelum mendapatkan kucuran dana murah tersebut, pemerintah meminta bank Himbara untuk menyampaikan rencana penggunaan dari dana tersebut untuk mendorong pemulihan ekonomi terutama sektor riil.

“Kami menyampaikan kepada bank Himbara minimal mereka harus menyalurkan tiga kali lipat yang kita tempatkan di bank tersebut. Dan mereka menyampaikan suku bunganya bisa direndahkan atau diturunkan dengan adanya penempatan dana pemerintah yang memiliki suku bunga yang lebih rendah,” ujar  Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (29/6).

Baca Juga :   Defisit Capai 2,2%, Lampaui Target APBN

Sri mengatakan empat bank Himbara yaitu Mandiri, BRI, BNI dan BTN sudah menyampaikan rencana penggunaan uang tersebut untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi.

Bank Mandiri, jelasnya, akan memperluas akses pembiayaan kepada sektor produktif, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional.

“Segmen yang disampaikan Bank Mandiri total penyalurannya Rp21 triliun, time line-nya adalah dalam periode 3 bulan ini sudah akan di-deliver. Kita mengharapkan untuk setiap rupiah yang ditempatkan di bank tersebut, mereka bisa menyalurkan tiga rupiah atau tiga kali lipat,” ujar Sri.

Kemudian BRI untuk tiga bulan ke depan, berdasarkan rencana yang disampaikan ke pemerintah adalah melakukan ekspansi kredit bagi UMKM untuk nasabah BRI.

“Untuk BRI yang sudah melakukan restructuring untuk jutaan UMKM akan melakukan ekspansi kredit 6  bulan untuk UMKM sebesar Rp122,5 triliun dengan komposisi segmen mikronya mencapai 88% atau Rp 108,8 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Ekspansi kredit BRI akan difokuskan di sektor produksi non perdagangan dengan angka sekitar Rp71,3 triliun atau 58,2%. Untuk penyaluran UMKM  didominasi di daerah pedesaan dengan angka Rp69,03 triliun.

Baca Juga :   Sri Mulyani: Harus Diperhatikan, Good Market Conduct Jadi Fondasi Pasar Modal

BNI juga akan melakukan ekspansi kredit untuk sektor riil baik untuk korporasi, usaha menengah kecil serta consumer loan dengan nilai sekitar Rp15 triliun dimana untuk Juli Rp4,9 triliun, Agustus 4,9 triliun dan September Rp 5,1 triliun.

Dari sisi sektor, sektor yang disasar BNI untuk ekspansi kredit adalah sektor perdagangan, pertanian, jasa, industri pengolahan, konstruksi, angkutan, listrik, air dan gas dan pertambangan. “Dimana untuk korporat  industrinya adalah industri yang berorientasi ekspor,” ujar Sri Mulyani.

BTN juga akan melakukan penyaluran kredit yang didominasi penyaluran KPR pada sektor perumahan. “Mereka akan menyalurkan dalam 6 bulan. Rencananya Rp30 triliun dengan komposisi kredit perumahan sebesar 70%,” ujar Sri Mulyani.

Ia berharap kredit yang disalurkan oleh BTN ini memiliki efek spill over kepada para kontraktor atau developer yang membangun sektor-sektor perumahan. “Ini yang kita harapkan akan memberikan dampak pada sektor riil secara lebih nyata,” ujarnya.

 

 

Leave a reply