Cita-Cita Erick Thohir di BUMN: Membangun Ketahanan 3 Sektor Ini untuk 2045

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
66

Menteri BUMN Erick Thohir/The Iconomics

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmennya membangun ekosistem dan kunci mata rantai persediaan untuk mewujudkan ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan energi. Karena itu, Kementerian BUMN telah membuat peta jalan untuk mewujudkan ketiga hal itu.

Dengan demikian, kata Erick, tujuan Indonesia Emas pada 2045 menjadi 1 dari 5 negara ekonomi terbesar di dunia bisa tercapai. Targetnya rata-rata pertumbuhan mencapai 5,7% per tahun.

“Tantangan kita agar bagaimana kita punya manajemen yang bisa membangun supply chain baik. Ini tantangan tidak mudah bagi kita semua tapi kita harus bisa,” kata Erick saat telekonferensi secara virtual, Rabu (20/5).

Dalam hal ketahanan pangan, kata Erick, salah satu prioritas BUMN di masa mendatang yakni memperluas program food inti-plasma. “Inti-plasma ini program yang sangat baik, saya rasa bagaimana melibatkan rakyat tani, perkebunan dan peternak yang bisa kita lakukan bersama-sama. Tapi tentu teknologi harus dilakukan terutama di pertanian,” ujarnya.

Kemudian, untuk ketahanan energi, kata Erick, pihaknya akan mendorong terciptanya nilai tambah dalam industri energi. Salah satu cara yang ditempuh adalah bahan baku yang diproduksi BUMN tidak semuanya diekspor. Diperlukan adanya titik keseimbangan antara mengolah bahan baku dari industri pertambangan untuk menciptakan added value dan sebagian dapat diekspor untuk menghasilkan devisa.

Baca Juga :   Jalur Cepat AI Urai Kompleksitas Kanker

“Untuk ketahanan kesehatan, bagaimana kita membangun ekosistem kesehatan terintegrasi di mana penguatan juga kepada kapabilitas domestik. Jadi kita jangan impor terus di mana 90% alat kesehatan kita impor. Kita coba balance dengan kekuatan kita.” Kata Erick.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, salah satu langkah yang telah dilakukan untuk mandiri di bidang kesehatan mendorong kerja sama holding farmasi dan holding rumah sakit BUMN dengan perguruan tinggi dan lembaga riset dalam keperluan riset serta pengembangan.

Kedua, klasifikasi terhadap masing-masing perusahaan kesehatan BUMN akan diperjelas. “Misalnya Kimia Farma fokus pada chemical drugs, Indofarma berpihak kepada herbal, Biofarma fokus pada stem cell, vaksin dan lainnya. Jadi tidak saling berebut kuenya,” kata Erick.

Kimia Farma, kata Erick, juga akan fokus menjual produk kosmetik dan vitamin karena sudah memiliki pangsa retail yang cukup kuat. Sementara untuk pelayanan kesehatan antara lain klinik, laboratorium dan rumah sakit akan difokuskan di bawah satu atap agar semua bersinergi.

 

Leave a reply