Covid-19 “Paksa” Pemerintah Percepat Transformasi Digital

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
114

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara/The Iconomics

Pandemi Covid-19 dinilai memaksa pemerintah untuk mempercepat transformasi digital. Kendati sudah sering menjadi wacana baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, namun perkembangan transformasi digital agak lambat dan logika cara bekerja yang lama masih mendominasi.

“Dengan adanya Covid-19 tiba-tiba kita dipaksa. Karena itulah maka di dalam topik pada pagi hari ini disebut bukan pilihan tetapi keharusan. Kita memang agak terpaksa, ini jadi keharusan untuk menggunakan teknologi. Tapi rasanya keharusan bukan dalam konteks negatif. Keharusan ini dalam konteks yang positif,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara diskusi secara daring di Jakarta, Rabu (12/8).

Suahasil menuturkan, salah satu bukti percepatan transformasi digital karena Covid-19 itu tampak dalam penggunaan teknologi digital seperti melakukan rapat virtual ketika Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 yang sudah ditetapkan menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020.

“Ternyata bisa dirumuskan Perppu yang kemudian disetujui berubah menjadi UU itu dapat kita rumuskan dan kita diskusikan dengan virtual seperti ini dengan peralatan tools, office optimisation yang kita miliki yang sudah mulai berjalan ketika itu,” kata Suahasil.

Baca Juga :   Potret Perubahan Perilaku dan Minat Beli Masyarakat Indonesia Pasca Krisis Covid-19

Berdasarkan survei Kementerian Keuangan, kata Suahasil, sebanyak 90% dari pegawai lembaganya mengaku dapat menyelesaikan pekerjaan mereka secara daring. Sementara 86% dari pegawai juga merasa pekerjaan yang dilakukan secara daring dengan work from home saat ini masih efektif.

Suahasil menilai pemanfaatan teknologi dapat menghasilkan penghematan bagi pemerintah dengan mengurangi belanja untuk berbagai hal seperti perjalanan dinas, penyewaan tempat rapat serta pengeluaran pada paket rapat lainnya. Walau begitu, pemerintah harus tetap memberikan dukungan kepada para pegawai dalam bentuk belanja peralatan bekerja secara virtual dan kegiatan-kegiatan lainnya agar dapat mendorong efektivitas.

“Seluruh efisiensi seluruh pengurangan biaya yang mungkin bisa kita lakukan dengan bekerja secara virtual ini harusnya juga mendorong efektivitas kita, dan mendorong output kita dan tidak menjadi sesuatu yang kita korbankan ketika kita melakukan transformasi digital ini,” katanya.

 

Leave a reply