Duta Pertiwi Tutup Dua Hotel Le Grandeur, Ada Apa?

Reporter: Petrus Dabu
0
765

Hotel Le Grandeur Mangga Dua/Ist

PT Duta Pertiwi Tbk menutup operasional dua hotel mulai 7 April 2020 yaitu Le Grandeur Mangga Dua dan Le Grandeur Balikpapan.

Penutupan dilakukan karena dalam dua tahun terakhir (2018-2019) kinerja dua hotel tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi defisit keuangan Perseroan melalui entitas anak yaitu PT Sinarwisata Lestari dan PT Sinarwisata Permai, masing-masing pengelola dua hotel tersebut.

“Penghentian operasional Hotel akan mengurang penerimaan dividen Perseroan, namun tidak akan berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Perseroan secara keseluruhan,” ujar Handoko Wibowo, Direktur Duta Pertiwi Tbk, dalam keterbukaan informasi, Selasa (7/4).

Sepanjang 2019 lalu, Duta Pertiwi membukukan pendapatan sebesar Rp 2,46 triliun, naik 10,52% bila dibandingkan 2018 yang mencapai Rp 2,23 triliun.

Dari jumlah pendapatan tersebut, kontribusi pendapatan dari hotel sebesar 2,74% yaitu Rp 67,28 miliar. Pendapatan dari hotel ini mengalami penurunan sebesar 8,77% bila dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp 73,75 miliar. Bila dibandingkan tahun 2017, pendapatan hotel pada tahun 2018 turun sebesar 4,06% dari Rp 76,87 miliar pada 2017.

Baca Juga :   Ikut Tangani Covid-19, Ini yang Akan Dilakukan Kemenpar Bersama Perhotelan

Sebagian besar pendapatan DUTI berasal dari lini penjualan tanah, rumah tinggal dan ruko. Pada 2019 lalu, kontribusinya sebesar 56,5% atau Rp 1,39 triliun. Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan dari segmen ini mengalami kenaikan 11%.

Pendapatan sewa (recurring income) juga memiliki kontribusi yang besar yaitu 26,71% atau sebesar Rp 656,97 miliar. Pendapatan sewa ini turun 1,77% year on year.

Tak hanya pendapatan yang naik, sepanjang 2019 lalu, DUTI juga membukukan laba bersih yang naik signifikan yaitu 21% menjadi Rp 1,1 triliun dari sebelumnya Rp 911,49 miliar.

Leave a reply