Kementerian ESDM: Stimulus Listrik di Tengah Covid-19 Bentuk Stabilisasi Akses Energi

0
49

Teknisi PLN sedang cek meteran listrikTeknisi PLN sedang cek meteran listrik/Antara

Kementerian ESDM menyebutkan stimulus keringanan biaya listrik bagi pelanggan rumah tangga, industri kecil hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bentuk prioritas pemerintah penyediaan energi untuk masyarakat bawah. Adapun anggaran stimulus yang digelontorkan untuk listrik mencapai Rp 6,9 triliun.

Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, dari jumlah itu, sekitar Rp 3,5 triliun diperuntukkan bagi seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan sebagian 900 VA selama 3 bulan (April-Juni 2020). Sementara, Rp 3,4 triliun diperuntukkan kepada UMKM dan industri kecil.

“Bahkan kebijakan ini diperpanjang hingga September (2020) mendatang,” tutur Yudo dalam keterangan resminya ketika mengikuti International Energy Agency (IEA) Standing Group for Global Energy beberapa waktu lalu.

Yudo menuturkan, stabilitas akses energi akan membuka peluang baru bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Terlebih, pembangkit EBT dianggap memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dan sejalan dengan kebijkan IEA.

“Justru ini momentum memperkenalkan lebih banyak EBT sebagai alat utama untuk memastikan stabilitas dan keamanan energi jangka panjang. Kami apresiasi dukungan IEA dalam implementasi efisiensi energi di Indonesia,” kata Yudo menambahkan.

Baca Juga :   IPCC Bidik Jadi Operator Pelabuhan Patimban

Pemerintah, kata Yudo, tak menampik masih ada beberapa tantangan yang harus segera diatasi. Saat ini, pemerintah sedang merumuskan peraturan presiden tentang Feed in Tariff untuk mendorong investasi energi terbarukan.

“Semoga peraturan baru ini dapat menciptakan lingkungan yang ramah untuk investasi dan menciptakan banyak peluang bagi investor,” kata Yudo.

Untuk mewujudkan energi ramah lingkungan itu, kata Yudo, pemerintah juga menggandeng IEA untuk mengintegrasikan kebijakan subsektor EBT. “Publikasi tentang investasi energi yang disiapkan oleh IEA untuk Indonesia semoga dapat mendorong pengembangan EBT,” katanya.

 

Leave a reply