Layanan Digital Makin Masif, BRI Kembangkan Bisnis Model Baru untuk Cegah PHK Karyawan

Reporter: Petrus Dabu
0
433

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Handayani (Theiconomics)

Layanan digital menjadi kian masif dan mendapatkan momentumnya pada saat pandemi Covid-19 saat ini yang mengharuskan orang untuk mengurangi interaksi fisik. Beruntungnya, industri perbankan tanah air tak gelagapan menghadapi kondisi ini sebab sebagian besar bank sudah melakukan transformasi layanan ke digital sejak beberapa tahun terakhir.

Handayani, Direktur Konsumer Bank BRI mengatakan nasabah juga tidak begitu sulit mengadopsi berbagai layanan digital yang ada di bank. Bahkan nasabah mikro dan ultra mikro serta penduduk usia senior juga beralih ke digital, padahal kelompok ini awalnya diremehkan (underestimate) untuk beralih ke layanan digital.

Di BRI sendiri tren transaksi digital selama pandemi Covid-19 ini tumbuh pesat.  “Kalau kita lihat tiga bulan terakhir itu transaksi berbasis mobile dan internet banking kita naiknya sampai lebih dari 1.200% year on year, dari second quarter tahun lalu,” ujar Handayani saat menjadi pembicara dalam seminar daring Indonesia Brand Forum (IBF) 2020 di Jakarta, Selasa (30/06/2020).

BRI, menurut Handayani sudah melakukan transformasi  sejak 2018 melalui apa yang disebut BRIVolution dimana selain melakukan transformasi dari sisi culture, juga melakukan transformasi digital.

Baca Juga :   Dirut BRI: Likuiditas Bukan Tantangan Bagi Bank Saat Ini, Tetapi Permintaan Kredit yang Lesu

Untuk transformasi digital sendiri ada tiga approach yang dilakukan BRI yaitu digital customer on boarding, digital product and services dan digitalization process.

“Itu kita sudah siapin sejak dari 2018. Dan kebetulan 2019 selesai, 2020 cepat banget pada waktu ada kejadian begini, kita pikir masih agak lama, ternyata cepat sekali adoption,” ujar Handayani.

Terkait digitalization process, selain transaksi melalui mobile dan internet banking, membuka rekening BRI pun sekarang sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi BRImo dimana semua proses Know Your Customer (KYC) dilakukan secara online tanpa harus ke kantor cabang BRI. Aplikasi pembukaan rekening secara online ini, menurut Handayani mendapat sambutan yang positif dari masyarakat terutama selama pandemi Covid-19 ini.

“Semula memang pada waktu itu kita tidak memperkirakan akan menjadi sebuah kebutuhan yang luar biasa, tetapi setelah adanya pademi ini nah ini justru kemudian kita mendapat respon yang sangat baik,” ujarnya.

Dalam seminggu, menurutnya aplikasi tersebut diunduh (download) sekitar 20.000 orang dengan conversion rate 15-20%.

Baca Juga :   BRI Bagi Dividen 60% dari Laba Bersih

BRI juga sudah mengembankan layanan digital lending bagi UMKM yang sudah terkoneksi dengan ekosistem Bukalapak dan Gojek. Dengan begitu, mitra Gojek ataupun Bukalapak bisa langsung mengajukan pinjaman.

Tantangan Baru Muncul

Dengan adanya layanan digital yang adopsinya kian masif karena pandemi Covid-19, tantangan lain pun bermunculan. Bagaimana nasib kantor cabang dan karyawan BRI yang selama ini berada di garis depan memberikan pelayanan fisik kepada customer?

Halaman Berikutnya
1 2

Leave a reply