Strategi Hankook Tire Hadapi Tekanan Ekonomi Global Akibat Wabah Covid-19

Reporter: Petrus Dabu
0
224

Foto: blackxperience.com

Tak dapat disangkal perusahaan-perusahaan di seluruh dunia banyak yang kelimpungan akibat wabah Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Kemampuan manajemen perusahaan pun kini diuji untuk tetap bertahan dan bisa melewati badai ini.

Produsen ban global asal Korea Selatan, Hankook Tire mengungkapkan sudah menyiapakan berbagai strategi baik dari sisi internal maupun eksternal untuk menghadapi tekanan ekonomi ini. Dari sisi eksternal, melalui group-holding Hankook Technology Group sudah mempersiapkan 50 miliar KRW (Korean Won) untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perusahaan dalam enam bulan ke depan.

Perusahaan juga akan meningkatkan besaran dividennya secara tajam. Pada periode penyelesaian (settlement) tahun 2019, Hankook Technology Group membayarkan dividen secara tunai sebesar 350 KRW per lembar saham biasa (Rp 4.601 per nilai tukar tanggal 23 Maret 2020), meningkat tajam dari tahun 2018 sebesar 300 KRW per lembar saham (Rp 3.945 per nilai tukar tanggal 23 Maret 2020).

Sementara itu, pada tahun 2019 Hankook Tire selaku anak perusahaan Hankook Technology Group membayarkan dividen sebesar 550 KRW per lembar saham dengan total pembagian dividen mencapai 68.1 miliar KRW, meningkat sebesar 22% dari tahun 2018 di mana harga per lembar saham dipatok sebesar 450 KRW, dan total pembagian dividen berkisar 55.7 miliar KRW.

Baca Juga :   Terkait Wabah Coronavirus, Jokowi Larang Pemerintah Daerah Melakukan Lock Down

Kemudian di sisi internal, perusahaan akan menciptakan sistem organisasi penunjang untuk direksi independen dan auditor eksternal guna meningkatkan transparansi dalam praktik tata kelola perusahaan. Sistem pemungutan suara elektronik akan diterapkan untuk mendorong para pemegang saham menggunakan haknya dan meningkatkan komunikasi antar pemegang saham. Untuk jangka panjang, perusahaan berencana memperkuat peran dewan direksi dan badan audit untuk membangun tata kelola perusahaan yang lebih maju.

Dengan peringkat kredit AA, Hankook Tire memiliki arus kas yang stabil di mana sebagian besar investasinya dialokasikan untuk investasi fasilitas dan dananya bersumber dari pendapatan internal perusahaan.

Meskipun menghadapi situasi sulit, perusahaan terus bergerak untuk mengantisipasi keadaan dengan fokus memperkuat solvabilitas perusahaan dan restrukturisasi aset guna mengamankan investasi. Hankook Tire berencana untuk menjual properti perusahaan yang pasif, seperti gudang logistik di Pulau Yeongdo, Busan, dan nantinya menggunakan hasil penjualan tersebut untuk membeli mesin produksi baru.

Selanjutnya, di sisi sumber daya manusia, Hankook Tire akan memperkuat penanaman budaya perusahaan guna mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui pencapaian win-win antara perusahaan dengan mitra bisnis, serta pembentukan komite manajemen “Jeongdo” (jalan yang benar).

Baca Juga :   Hankook Tire Jadi Ban Resmi Kejuaraan Dunia Formula E

Hankook Tire akan meningkatkan daya saing utama perusahaan lewat berbagai inovasi proaktif di industri ban, yang meliputi proses bisnis dari seluruh lini perusahaan, mulai dari fungsi product development, supply chain management, marketing, dan sales. Perusahaan akan berinvestasi lebih besar pada pengembangan ban untuk jenis kendaraan baru dan komoditi lainnya, serta memperkuat kapasitas pasokan (supply) produk. Di samping itu, perusahaan berupaya mencapai pertumbuhan penjualan dan meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan dengan menambahkan jalur distribusi pasar domestik dan pasar global seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Hankook Tire akan terus berinovasi pada aspek-aspek unggulan seperti produk, distribusi, dan penjualan agar mampu menjawab kebutuhan konsumen dan pasar yang serba dinamis seiring adanya transformasi digital. Perusahaan kini tengah berfokus mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. Tidak luput, Hankook Tire selalu menempatkan kepercayaan pemegang saham sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan penting, seperti pengadaan proyek baru di tingkat grup perusahaan.

“Industri automobile di Eropa, Amerika Serikat, bahkan global tengah menghadapi situasi sulit seiring penutupan sejumlah pabrik dan pengurangan jalur distribusi sebagai dampak dari wabah Covid-19. Penurunan pendapatan perusahaan juga tidak terhindarkan, namun kami meyakini situasi ini merupakan jangka pendek dan kami akan bersiap untuk memperbaiki keadaan secepatnya setelah wabah ini berakhir.” ungkap Hyun Shick Cho, Vice Chairman Hankook Technology Group dalam siaran pers yang diterima Iconomics, Selasa (24/3) di Jakarta.

Baca Juga :   Efek Corona, Nafas Industri Otomotif Hanya Bisa Bertahan 4 Bulan

Hyun Shick Cho menambahkan Hankook akan terus berinovasi pada area bisnis yang sudah berjalan, membuka investasi baru atau mempertimbangkan kesempatan merger dan akuisisi untuk memperkuat daya saing masa kini dan masa yang akan datang. “Seluruh upaya ini dilakukan demi meningkatkan nilai pemegang saham.” kata Hyun Shick Cho.

Leave a reply