Target Food Estate Kalteng 30.000 Ha Tahun Ini Diragukan Komisi IV DPR RI

Reporter: Petrus Dabu
0
90

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/JAPFA

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sedang mengembangkan food estate di Kalimantan Tengah. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dari total potensi lahan 164.598 hektare (ha) yang ada, tahun ini ditargetkan bisa mengelola 30.000 ha melalui program intensifikasi.

“Dengan harapan dapat menyumbang produksi pangan pada akhir tahun 2020,” ujar Syahrul saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (14/9).

Namun, ketua Komisi IV DPR RI, Sudin meragukan target pengelolaan 30.000 ha itu bisa dilakukan pada tahun 2020 ini. Apalagi tahun 2020 ini tersisah kurang lebih 4 bulan lagi. Menurut Sudin, berdasarkan data Kementerian PUPR, kondisi irigasi di lahan proyek food estate tersebut juga masih rusak dan baru akan diperbaiki pada tahun 2021. Selain itu, dari sisi sumber daya manusia, Kalimantan Tengah juga kekurangan sumber daya manusia unutk mengerjakan lahan 30.000 ha tersebut.

“Pak saya pernah nengok ke sana, 30.000 ha itu masih rusak berat [irigasinya] setahun yang lalu. Januari atau Februari saya sudah meninjau ke sana rusak berat, masih dalam perbaikan. Makanya saya tanyakan apakah bisa ditanam 30.000 ha? Pake apa tanamnya? 30.000 ha itu banyak lo. Kalau melibatkan tenaga kerja mungkin puluhan ribu atau berapa. Apakah ada tenaga kerja di sana? Sedangkan tenaga kerja di sana itu sangat kekurangan,” ujar Sudin.

Baca Juga :   Dompet Dhuafa Siapkan 1.000 Hektar untuk Sawah Irigasi

Syahrul mengatakan dari 164.598 ha yang dicanangkan untuk program food estate itu, yang riil bisa ditanam adalah sekitar 142.000 ha. Dari 142.000 ha itu, 82.000 ha yang memungkinkan bisa ditanam dengan irigasi yang ada.  Kemudian dari 82.000 ha itu yang layak untuk ditanam tahun 2020 ini adalah 30.000 ha.

“Sementara ini kami masih tetap yakin 30.000 ha itu intervensi kita masih memungkinkan untuk kita masuk. Dan di 30.000 ha  itu orangnya (sumber daya manusianya) ada, ada bekas transmigrasi dan sebagainya, di sana juga sudah turun 300 babinsa yang diperbantukan dan kami menggunakan alat berat di sana, traktor dan lain-lain di atas 150 buah diambil dari seluruh Kalimantan Tengah untuk fokus,” ujar Syahrul.

Leave a reply