Kenormalan Baru di Bank Mandiri, Transaksi Digital Melonjak

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
104

Direktur Utama Bank Mandiri Roykee Tumilaar/The Iconomics

Berbagai macam perubahan dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam menghadapi tekanan karena terdampak wabah virus corona. Dalam hal operasional, misalnya, Bank Mandiri menutup 40% kantor cabang di seluruh Indonesia.

“Memang sejak PSBB di Jakarta dan diberlakukan di beberapa tempat cabang kami hanya buka 60%. Sebagian besar kita tutup, dan karyawan kita juga beberapa kita mulai coba untuk kerja dari rumah,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar saat webinar di Jakarta, Jumat (29/5).

Royke mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan karyawan ketika bekerja dari rumah. Dengan demikian, produktivitas para karyawan itu tetap bisa terjaga.

Sementara kantor cabang yang masih buka, kata Royke, telah mengalami perubahan untuk menyesuaikan protokol Covid-19 menyambut era kenormalan baru. Setiap cabang yang buka telah mengalami transformasi fisik untuk menjaga aspek menjaga jarak fisik antara lain pemasangan pembatas kaca/acrylic di meja customer service, pengaturan jarak duduk kursi dan jarak antrean, dan melengkapi karyawan cabang dengan masker, sarung tangan, dan disinfektan.

Baca Juga :   Kereta Api Luar Biasa Layani Penjualan Tiket Mulai 11 Mei

“Kalau datang ke cabang yang sekarang buka, akan kelihatan perbedaannya,” kata Royke.

Kondisi pandemi dan penetapan PSBB juga telah berperan dalam mempercepat pengadopsian teknologi oleh masyarakat. Bahkan transaksi online di Bank Mandiri, kata Royke, melonjak hingga 70%, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Digital akan mengambil peran penting di perbankan di masa depan mendatang. Persiapan kita ke depan yang paling penting adalah bagaimana mengedukasi nasabah untuk melakukan shifting transaksi yang biasanya mereka lakukan di cabang itu dilakukan secara online,” katanya.

 

 

 

Leave a reply