Nutrifood: Fleksibilitas Kerja Hasilkan Return Sekaligus Risiko untuk Perusahaan

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
310

CEO Nutrifood Indonesia Mardi Wu/Istimewa

Nutrifood Indonesia menilai wabah Covid-19 telah mempercepat tranformasi model kerja yang lebih fleksibel untuk para karyawan. Pasalnya, wabah Covid-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mendorong perusahaan menetapkan cara kerja dari rumah (WFH).

Menurut CEO Nutrifood Indonesia Mardi Wu, perusahaan-perusahaan yang telah siap menyambut model kerja baru tersebut merasakan benefit yang cukup luar biasa. Bila budaya kerja fleksibel itu dibangun dengan baik, maka akan mendorong karyawan bekerja mencapai target yang ditetapkan perusahaan.

Dengan fleksibel itu, kata Mardi Wu, karyawan dapat bekerja lebih sehat baik secara fisik maupun mental. Fleksibilitas membuat gaya hidup seseorang lebih seimbang terutama jika dikaitkan dengan kemacetan di DKI Jakarta yang acap membuat pekerja stres ketika berangkat ke kantor.

“Dengan adanya keleluasaan ini memperkuat bahwa dengan kebebasan ini karyawan bisa bekerja secara lebih sehat,” kata Mardi Wu dalamacara “Indonesia Brand Forum 2020” secara virtual, Kamis (2/7).

Untuk menerapkan fleksibilitas itu, kata Mardi Wu, manajemen perusahaan harus memiliki kepercayaan tinggi terhadap karyawan. Karena itu, budaya perusahaan dan rekrutmen harus menjadi perhatian untuk membangun budaya kerja yang fleksibel tapi tetap engaging bagi karyawan.

Baca Juga :   Realisasi Belanja Anggaran Penanganan Covid-19 Dipercepat di Agustus 2020

“Memang budaya penting sekali terutama terkait WFH ini karena justru di Nutrifood, culture yang kami bangun menjadi daya tarik rekrutmen dan engagement bagi karyawan,” kata Mardi Wu.

Budaya perusahaan di Nutrifood, kata Mardi Wu, dikenal sebagai “I Care”. Ini menitikberatkan unsur integritas, dan self control. Juga penting untuk memperketa rekrutmen agar calon karyawan yang bergabung hanyalah mereka yang memang memiliki visi dan misi yang searah dengan perusahaan.

Dengan demikian, tanpa perlu adanya insentif ataupun kontrol terhadap kinerja karyawan yang terlalu ketat, mereka tetap mampu mencatat kinerja yang luar biasa.

“Jadi sistem kami lebih unggul dalam hal ini, karena kami percaya bahwa yang direkrut ingin selalu berusaha terbaik. Saya selalu katakan kalau sampai Nutrifood perlu dimotivasi karyawannya, kita sudah salah jalan. Yang kita perlu bangun adalah kultur yang tidak mendemotivasi karyawan,” kata Mardi Wu.

Penerapan WFH, kata Mardi Wu, tentu saja memiliki risiko tinggi. Semisal, manajemen agak sulit mengontrol dan memantau kinerja karyawan. Akan tetapi, risiko tersebut justru menghasilkan return yang cukup tinggi karena fleksibilitas mendorong inovasi dan budaya kewirausahaan yang kuat bagi para karyawan.

Baca Juga :   Neraca Perdagangan Juli 2020 Surplus US$ 3,26 Miliar

 

Leave a reply