Raih Sertifikasi ISO 27001 : 2013, KBI Tingkatkan Keamanan Informasi

Reporter: Petrus Dabu
0
77

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI meraih sertifikasi ISO 27001 : 2013 tentang Manajemen Sistem Keamanan Informasi dari British Standards Institution (BSI)/ist

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI meraih sertifikasi ISO 27001 : 2013 tentang Manajemen Sistem Keamanan Informasi dari British Standards Institution (BSI). Upaya yang dilakukan KBI ini merupkaan upaya korporasi dalam memberikan rasa aman kepada pemangku kepentingan dalam segala kegiatan operasional KBI. Saat ini pelayanan di KBI sudah menembus pasar regional, dan tentunya dengan pengelolaaan Teknologi Informasi yang sesuai dengan standar ISO 27001 : 2013, akan mampu meningkatkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan. Selain itu, penerapan ISO 27001 : 2013 ini juga merupakan bagian dari proses transformasi teknologi di KBI.

ISO 27001 : 2013 sendiri merupakan Standar Internasional dalam pengelolaan risiko terhadap keamanan informasi. Standar ini mengadopsi pendekatan proses untuk menetapkan, menerapkan, operasi, pemantauan, pengkajian, memelihara, dan meningkatkan keamanan informasi di perusahaan maupun organisasi.

Dengan menerapkan standar ISO 27001:2013, korporasi maupun organisasi dapat melindungi dan memelihara kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi dan untuk mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi. Termasuk di dalamnya data pengguna, manajemen aset, informasi kebijakan dan organisasi, manajemen kelangsungan usaha, dan lainnya.

Baca Juga :   AP II: Dampak Pandemi Covid-19, Pergerakan Penumpang Pesawat Turun di Kuartal I

Hariono Kasiman, Ketua Umum Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) mengatakan, ISO 27001 : 2013 menjadi satu standar untuk implementasi keamanan informasi, baik di korporasi maupun organisasi. Namun dalam implementasinya, Korporasi perlu menentukan tahapan mana yang perlu diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Dengan semakin banyaknya korporasi yang menerapkan ISO 27001, masyarakat juga diuntungkan, dengan keamanan informasi yang lebih terjaga. Penerapan ISO 27001 : 2013 ini akan menjadi bagian dari upaya menangkal serangan siber yang terjadi. Tapi perlu ditekankan juga, bahwa penerapan ISO 27001 ini perlui diimbangi dengan peningkatan kompetensi dari SDM yang ada. Selain itu, yang lebih penting adalah pemahaman atau awareness dari semua pihak terkait pentingnya keamanan informasi,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (23/9).

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan dalam implementasinya, KBI mengedepankan 3 aspek. Pertama adalah aspek kerahasiaan, dimana KBI memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki hak akses atas informasi tersebut. Kedua Keutuhan Informasi, dalam arti KBI memastikan bahwa informasi tetap utuh dan akurat serta tidak dimodifikasi tanpa otorisasi dari pihak yang berwenang. Ketiga adalah aspek ketersediaan, yaitu bahwa KBI memastikan informasi dapat diakses saat dibutuhkan.

Baca Juga :   Dipercaya Pemerintah, BNI Salurkan Banpres Produktif untuk Pengusaha Mikro

“Dalam implementasi terkait ISO 27001 : 2013 ini, KBI telah melakukan penguatan perangkat lunak dan perangkat keras, Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) sesuai standar ISO 27001 : 2013, serta terus melakukan sosialisasi mengenai keamanan informasi baik untuk internal maupun kepada para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam kedudukan KBI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fajar mengatakan implementasikan ISO 27001 : 2013 ini merupakan bagian dari penerapan Core Value BUMN yaitu AKHLAK. Penerapan Manajemen Sistem Keamanan Informasi ini merupakan penerapan prinsip Adaptif, dimana KBI terus melakukan inovasi dan antusias dalam menggerakkan dan menghadapi perubahan.

 

Leave a reply