Relevan dan Menyenangkan, TikTok Tumbuh di Masa Covid-19

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
93

Aplikasi TikTok/Reuters

Masyarakat Indonesia disebut mengalami perubahan perilaku termasuk dalam rutinitas mengkonsumsi konten secara online secara signifikan. Perubahan perilaku ini seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19.

Berdasarkan survei Mckinsey dan Company pada Juli 2020, 37% dari masyarakat semakin sering mencari hiburan dari rumah, sedangkan 28% semakin sering menonton konten secara digital atau streaming. Hasil survei ini juga mencatat 11% dari responden mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di aplikasi TikTok di masa Covid-19.

Head of Communications TikTok Indonesia, Catherine Siswoyo, mengatakan di masa pandemi ini, konten yang tersedia di TikTok dapat membawa kegembiraan bagi para penggunanya yang sangat penting untuk meningkatkan optimisme di masa pandemi ini. Itu tercermin dari hasil survei TikTok bahwa 70% dari penggun optimistis dunia dapat mengatasi kondisi pandemi.

“Bagaimana kami melakukan ini? Ketika mereka membuka TikTok, mereka dapat menemukan jenis konten apapun yang mereka minati mulai dari komedi, vlog, travelling, edukasi dan tips, fashion dan kecantikan, talenta, serta makanan. Salah satu konten paling populer bagi kami selama pandemic adalah komedi dan edukasi,” tutur Catherine saat menghadiri webinar secara daring, Jumat (16/10).

Baca Juga :   Ini Deretan Bank dan Multifinance yang Tawarkan Keringanan untuk Debitur per 31 Maret

Selama masa pandemi, kata Catherine, pihaknya juga melakukan berbagai program untuk membantu membahagiakan para penggunanya. Semisal, melalui kampanye #SamaSamaDirumah yang diluncurkan ketika pemerintah pertama kali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilihat 38,6 miliar kali di TikTok.

“Kami juga mengadakan kampanye #PahlawanGardaDepan untuk menunjukkan apresiasi kami terhadap para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan melawan pandemi ini. Hashtag ini sendiri telah ditonton sebanyak 1,2 miliar di TikTok,” tambah Chaterine.

Sepanjang 3 tahun beroperasi di Indonesia, kata Chatering, perusahaan mempelajari beberapa hal untuk mampu menjadi platform konten digital yang sangat diminati masyarakat Indonesia. Itu sebabnya TikTok mampu menghasilkan 30 miliar views per bulan.

Menurut Chatering, ada 3 hal penting untuk mencapai hal tersebut. Pertama, make it relevant. Platform harus peka terhadap keinginan dan kebutuhan pasar serta menghasilkan program yang memang relevan bagi mereka.

Kedua, make it simple. Menurut Catherine, bagi brand atau entitas apapun yang hendak menyampaikan suatu pesan harus mampu menyederhanakan pesan yang ingin disampaikan. Pasalnya, seiring waktu,  rentang perhatian semakin berkurang, terutama pada kalangan milenial dan generasi Z.

Baca Juga :   Setelah di Bawah Level 14 Ribu, Rupiah Diperkirakan Masih Akan Menguat

“Ketiga, make it TikTok. Artinya harus menyenangkan, relevan dan menginspirasi. Pastinya original dan kreatif karena itu brand Anda,” katanya.

Leave a reply