Serap Produk Pangan Lokal Termasuk Kopi di Masa Covid-19, Ini yang Dilakukan Menkop

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
87

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki/The Iconomics

Kementerian Koperasi dan UKM sedang melobi Kementerian Pertanian agar tidak mengeluarkan izin impor untuk komoditas kopi robusta. Pasalnya, serapan komoditas pangan khususnya kopi, sedang menurun lantaran menurunnya daya beli masyarakat dan permintaan ekspor akibat pandemi Covid-19.

“Daya beli masyarakat turun, permintaan ekspor kopi juga turun. Padahal produksinya sedang baik saat ini, lalu menghadapi pandemi Covid-19 sehingga penyerapan komoditas pangan ini kemudian terganggu. Kopi 96,6% itu dihasilkan dari kebun rakyat. Jadi memang ini penting dicari solusinya,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam webinar secara daring, Rabu (23/9).

Teten mengatakan, saat ini ada 2 perusahaan pengolahan kopi besar yang masih memiliki kebutuhan impor kopi robusta yakni PT Kapal Api Global yang memenuhi permintaan domestik, dan PT Mayora Indah Tbk yang memenuhi permintaan ekspor. Persoalan kopi ini karena harga dalam negeri dinilai masih tinggi dibandin kopi impor dari Vietnam atau Brasil.

Ini dinilai semakin menyulitkan penyerapan produksi kopi yang dihasilkan petani lokal. “Makanya saya minta ke Mentan agar tidak perlu lagi keluarkan izin impor supaya bisa serap produk dalam negeri yang tidak bisa diserap pasar,” kata Teten.

Baca Juga :   Kadin: Dibanding Sektor Lain, Perikanan dan Kelautan Masih Lebih Baik

Solusi penyerapan pangan termasuk kopi, kata Teten, merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo. Di samping berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyusun beberapa skema antara lain melibatkan koperasi yang ada di sekitar daerah-daerah produsen kopi untuk membeli langsung dari petani.

Kementerian Koperasi, kata Teten, akan membantu koperasi dalam hal pembiayaan serta pengembangan tata usaha. Juga mengupayakan koperasi mampu terhubung langsung dengan offtaker yakni BUMN atau swasta.

“Saya juga bicara dengan dirut Himbara agar integrasikan pembiayaan KUR untuk petani dan lalu koperasinya melalui kami. Dengan begitu kita bisa lindungi petani dari market. Kita bisa mengatasi kebutuhan keuangan dari koperasi,” katanya.

 

Leave a reply