Strategi PR PermataBank Masa Transisi Kepemilikan Hingga Pasca Pandemi

Reporter: Petrus Dabu
0
88

Permata Bravehub yang digelar Bank Permata/Wartabugar

PermataBank sudah resmi memiliki pemegang saham mayoritas baru, Bangkok Bank. Dalam transisi akuisisi tersebut, Corporate Affairs Division PermataBank memiliki peran penting dan strategis.

“Peran kami dalam proses ini adalah memberikan informasi yang akurat, dan terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan yaitu kepada publik dan internal (karyawan) serta memastikan informasi tersebut diterima dengan pemahaman yang benar dengan mengantisipasi seluruh pertanyaan yang akan muncul. Tugas utama kami dalam masa transisi ini adalah memastikan bahwa seluruh informasi diberikan secara transparan dan berkala,” kata Head of Corporate Affairs PermataBank Richele C.I. Maramis.

Corporate affairs berperan untuk membangun dan menjaga reputasi perusahaan. Apalagi pada situasi transisi kala itu yang rentan. Adapun aktivitas reguler yang dilakukan mengkomunikasikan berita dan laporan perusahaan kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) baik eksternal maupun internal secara berkala dan tepat sasaran.

Divisi ini juga menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan yakni karyawan, regulator, pemerintah, nasabah, organisasi sosial dan media melalui berbagai inisiatif dalam bentuk forum komunikasi (townhall, roadshow, intranet, customer gathering, konferensi pers, media launch, media trip, dan laporan tahunan), kegiatan corporate social responsibility (CSR), dan pemanfaatan informasi digital (website, blog, dansocial media).

“Semua itu kami lakukan beriringan dengan perkembangan informasi dan teknologi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam situasi pandemic Covid-19, Richele mengatakan selama pandemi Covid-19 ini kegiatan divisi corporate affairs tetap berjalan business as usual,tapi tetap mematuhi anjuran pemerintah dengan bekerja secara Work From Home (WFH). Selama WFH, kegiatan tetap berjalan normal.

“Komunikasi melalui email, telepon, dan video call kami lakukan untuk mengakomodasi lancarnya kegiatan perusahaan selama hari kerja, begitupun dengan weekly internal dan external meeting kami lakukan secara online,” jelasnya.

Baca Juga :   Inilah Harapan Bank KEB Hana Setelah Rebranding Jadi Bank Hana

Sementara ini, seluruh kegiatan media dan PR offline dialihkan secara online dengan membangun platform komunikasi melalui webinar, online video interview serta penyebaran siaran pers secara rutin untuk mengkomunikasikan semua kegiatan bisnis maupun korporat.   Seperti contohnya PermataBank meluncurkan banyak inistiatif menjawab kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19 melalui pendistribusian siaran pers, mengajak masyarakat menggunakan platform digital banking melalui PermataMobile X untuk memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama pandemi Covid-19, serta  launching program PermataME untuk mendukung peningkatan lifestyle e-Commerce terutama selama pandemi ini, dengan mengedukasi milenial mengatur dana dengan lebih bijak dan aman.

Beberapa program CSR juga telah dijalankan yaitu peluncuran program PermataYouthPreneur, inisiatif PermataHati CSR untuk membangun wirausaha digital muda melalui webinar YouTube, serta kelas online bagi penyandang disabilitas dalam program PermataBrave bekerjasama dengan Perbanas dan BBRVPD (Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas).

“Sementara untuk komunikasi internal kami mengadakan monthly forum komunikasi karyawan bersama para direktur PermataBank yang biasanya dalam bentuk tatap muka, sekarang dilakukan dalam format Zoom video conference, menjangkau karyawan di seluruh Indonesia,” jelas Richele.

Covid-19 tidak pandang bulu, siapa pun dari kelas sosial apa saja bisa terinfeksi penyakit ini. Tak terkecuali karyawan PermataBank. Peran divisi Corporate Affairs tentu sangat penting dalam menghadapi kondisi ini agar tidak menimbulkan gejolak di internal dan reputasi perusahaan tetap terjaga di mata masyarakat.

Richele mengatakan dalam situasi seperti ini, prioritas utama divisi corporate affairs adalah memastikan seluruh informasi diberikan secara cepat dan transparan, terutama kepada stakeholder internal yaitu karyawan dan publik (nasabah). Perkembangan kasus Covid-19 dikomunikasikan secara berkala langsung oleh Presiden Direktur dan melalui staf communication mingguan oleh direktur human resources.

Komunikasi dalam masa pandemi ini berfokus kepada melaporkan perkembangan kasus (bila ada), memberikan pemutakhiran tentang kebijakan pemerintah dan perusahaan serta menjalankan tindakan-tindakan preventif yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan karyawan maupun nasabah PermataBank.

Baca Juga :   Rethinking Banking ala DBS Indonesia: Adopsi Budaya Tech Company

“Kami juga mengelola seluruh komunikasi terhadap pertanyaan yang masuk dari media dan nasabah,” ujarnya.

Selama masa pandemi ini, berbagai perusahaan juga melakukan berbagai kampanye sosial dengan berbagai tagar. PermataBank sendiri memiliki tagar cegah corona #DenganHati. Tagar #DenganHati merupakan movement yang dilakukan untuk semua kegiatan CSR PermataBank melalui PermataHati CSR.

Employee Volunteerism merupakan penggerak utama dari semua kegiatan CSR kami. Partisipasi mereka dilakukan secara tulus dan sejalan dengan salah satu nilai perusahaan, Caring. Selama 10 tahun lebih ini telah menjadi budaya bagi PermataBankers untuk tulus berkontribusi #DenganHati membantu lingkungan sekitar melalui literasi keuangan. Karenanya, tercetuslah tagar #DenganHati tersebut untuk menjadi pengingat dan nilai yang turun menurun di lingkungan dan komunitas PermataHati CSR,” jelasnya.

Baru-baru ini PermataBank melakukan inisitatif #DenganHati Challenge: 08.05, sebuah aksi donasi online serentak dari karyawan PermataBank yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang tengah berjuang melawan efek pandemi Corona. Dalam 8 jam berhasil kumpulkan lebih dari Rp800 juta donasi online untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 dalam 5 aksi kebaikan kepada 5 target penerima manfaat, serentak di 50 kota di Indonesia.

Baca Juga :   LPS Tak Ubah Bunga Penjaminan, Apa Saja Alasannya?

“Dalam penyalurannya kami bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Thisable, Human Initiatives, dan Hoshizora Foundation. Bantuan akan dilanjutkan kepada lima profesi yang terdampak dan membutuhkan bantuan selama masa pandemi virus Corona yakni tenaga medis, pengemudi taksi & ojek online, penyandang disabilitas, petugas jenazah & penggali jenazah, serta guru honorer & pelaku UKM,” jelas Richele.

 

Peran PR pasca pandemi

Banyak hal yang akan berubah setelah pandemi Covid-19. Namun menurut Richele peran PR di bawah naungan corporate affairs, tetap pada kaidahnya untuk membangun dan menjaga reputasi perusahaan dengan memberikan informasi yang terpercaya.

“Namun sebagai dampak dari pandemi Covid-19 ini, seluruh aksi dan inisiatif kami menjadi lebih agile. Tuntutan untuk menerima dan juga memberikan informasi kepada pihak eksternal dan internal dengan cepat dan tepat guna dalam ruang gerak yang terbatas memberikan kesempatan yang lebih luas bagi kami untuk menjadi lebih kreatif dalam berekplorasi dengan berbagai platform, terutama digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas dengan lebih efektif,” jelasnya.

Ke depan, semua konten komunikasi yang akurat dan informatif masih relevan untuk dijalankan. Namun, menurut Richele yang diperlukan adalah mengembangkan inisiatif cara penyampaian informasi tersebut. Dalam masa pandemi contohnya, penyampaian konten melalui platform digital communications akan sangat efektif. “Hal itu dapat berupa informasi lewat email atau chat platform (WhatsApp, Telegram, SMS), forum komunikasi melalui webinar, dan tentunya memberikan informasi secara berkala kepada stakeholders kami,” tutupnya.

 

Berita ini dapat diperoleh di e-magazine The Iconomics Edisi 1 Tahun 2020.

Leave a reply