BI: Nilai Tukar Rupiah di Pasar Valas Masih Stabil

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
65

Gubernur BI Perry Warjiyo/The Iconomics

Pantauan Bank Indonesia (BI) soal nilai tukar rupiah di pasar valuta asing baik dari sisi permintaan maupun penawaran masih cukup stabil. BI memastikan akan terus memantau dan bahkan siap mengintervensi baik melalui tunai atau di pasar spot (Jisdor) lewat domestic non-deliverable forward (DNDF), juga melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, untuk tahun ini, BI telah membeli SBN yang telah dilepas ke pasar sekunder hingga Rp 168,2 triliun. “Ini adalah SBN yang memang dilepas dan dari BI membeli dalam rangka menstabilkan nilai tukar rupiah. Tidak hanya memasok di valasnya, tapi kami juga memiliki pasar SBN dari pasar sekunder,” kata Perry saat telekonferensi di Jakarta, Selasa (24/3).

Perry mengatakan, dalam hal aliran modal asing yang keluar cukup tinggi. Secara total, nilai aliran modal asing yang keluar baik dari bentuk instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI), SBN, obligasi korporasi, dan saham mencapai Rp 125 triliun. Sebagian besar dari outflow tersebut berasal dari SBN yang jumlahnya jika dihitung dari awal tahun hingga hari ini (year-to-date) mencapai Rp 112 triliun, sedangkan dari saham sebesar Rp 9,2 triliun di periode sama.

Baca Juga :   BI Belum Wajibkan Eksportir Konversi Hasil Mereka ke Rupiah

“Itu semua hampir sebagian besar terjadi di bulan Maret yang totalnya Rp 104,7 triliun dari Rp 125,2 triliun yang tadi saya sampaikan,” kata Perry.

Kendati arus keluar modal asing itu cukup tinggi, Perry memastikan BI masih memiliki cadangan devisa yang cukup untuk menstabilisasi nilai tukar rupiah. BI disebut telah menginjeksi likuiditas di pasar uang dan perbankan hampir mencapai Rp 300 triliun.

Injeksi dana tersebut termasuk melalui pembelian SBN sebesar Rp 168 triliun, dari repo perbankan sebesar Rp 55 triliun serta penurunan giro wajib minimum (GWM) yang berlaku April ini senilai Rp 75 triliun. Langkah untuk menggelontorkan likuiditas ke pasar uang dan perbankan, kata Perry, terus dilakukan.

BI karena itu akan terus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pemerintah serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memastikan cadangan devisa mencukupi dan nilai tukar rupiah tetap stabil.

Leave a reply