Direktur Gudang Garam Jual Seluruh Sahamnya pada Harga Rp 49.000

Reporter: Petrus Dabu
0
75

Ilustrasi/Dok.GGRM

Salah satu direktur PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Susanto Widiatmoko menjual seluruh saham GGRM yang dimilikinya pada harga Rp 49.000 pada 15 Mei lalu.

Pada Rabu (20/5), harga saham GGRM turun 3,6% ke 47.525 per saham.

Jumlah saham yang dimiliki Susanto adalah 4.700 lembar. Dengan demikian, dari transaksi jual yang dilakukannya, ia mendapakan dana sebesar Rp 230,3 juta.

Jumlah saham yang dimiliki Susanto Widiatmoko ini memang tidak seberapa bila dibandingkan dengan kepemilikan oleh direksi dan komisaris lainnya.

Susilo Wonowidjojo, salah satu direksi misalnya memiliki 1.709.685 saham GGRM. Dengan menggunakan harga terakhir pada 20 Mei 2020 yaitu sebesar Rp 47.525, total nilai saham GGRM milik Susilo Wonowidjojo adalah Rp 81,25 miliar.

Juni Setiawati Wonowidjojo, komisaris Gudang Garam memiliki 11.231.645 saham. Dengan menggunakan harga terakhir 20 Mei, total nilai saham GGRM Juni Setiawati adalah Rp 533,78 miliar.

Kepemilikan saham GGRM yang relatif kecil adalah Lucas Mulia Suhardja yang menjabat sebagai komisaris. Jumlah saham yang dimilikinya 5.600 saham atau senilai Rp 266,14 juta.

Baca Juga :   AP I dan Gudang Garam Garap Bandara Dhoho Kediri Lewat Skema KPBU

Penelusuran Iconomics, setidaknya pada kurun waktu Juni 2017 hingga Mei 2020 ini, baru kali ini ada direksi GGRM yang lepas sahamnya. Selama periode itu juga tidak ditemukan dalam laporan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) direksi atau komisaris yang tambah kepemilikan atau beli saham GGRM.

Dari sisi kinerja keuangan, PT Gudang Garam Tbk masih membukukan kinerja yang cukup bagus pada kuartal pertama 2020. Perusahaan rokok ini membukukan pendapatan sebesar Rp 27,26 triliun, naik 4,06% dari Rp 26,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sebanyak 98,81% rokok Gudang Garam dipasarkan di dalam negeri. Penjualan di dalam negeri pada Januari-Maret 2020 ini sebesar Rp 26,94 triliun, naik 5,01% dari Rp 25,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan pasar ekspor dengan porsi 1,19%, pada tiga bulan pertama 2020 ini mengalami penurunan penjualan sebesar Rp 40,52% menjadi Rp 325,26 miliar, dari Rp 546,84 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Mayoritas rokok yang dipasarkan adalah jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan porsi 90,83% terhadap total penjualan. Pada tiga bulan pertama 2020 ini, penjualan SKM sebesar Rp 24,76 triliun, naik 3,49% dari Rp 23,93 triliun tahun lalu.

Baca Juga :   AP I dan Gudang Garam Garap Bandara Dhoho Kediri Lewat Skema KPBU

Sedangkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) porsinya sebesar 7,89%. Pada tiga bulan pertama 2020, penjualan SKT sebesar Rp 2,15 triliun, naik 11,94% dari Rp 1,92 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sisanya adalah rokok klobot, karton dan lainnya.

Tak hanya pendapatan yang naik, laba bersih GGRM juga naik sebesar 3,85% menjadi Rp 2,45 triliun dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,36 triliun.

 

 

Leave a reply