Erick Thohir: 90% dari BUMN Terdampak Wabah Covid-19

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
160

Menteri BUMN Erick Thohir berbicara soal CSR/The Iconomics

Badan usaha milik negara (BUMN) terdampak hingga 90% karena wabah Covid-19. Hanya beberapa sektor BUMN yang masih bertahan di tengah waah virus corona seperti telekomunikasi, industri kesehatan dan industri kelapa sawit.

“Tentu bahwa dengan kondisi seperti hari ini, 90% perusahaan pasti terkena. BUMN yang tidak terlalu kena impact hanya Telkom, industri kesehatan, dan kelapa sawit. Lainnya terdampak,” kata Menteri BUMN Erick Thohir saat telekonferensi secara virtual, Rabu (20/5).

Untuk menghadapi situasi yang sulit ini, kata Erick, pihaknya mendorong konsolidasi, merger, dan rasionalisasi terhadap BUMN. Dan ini telah mendapat dukungan dari presiden dengan diterbitkannya keputusan presiden beberapa waktu lalu.

“Sebanyak 68% akan kita konsolidasikan. Ada beberapa sebagian kecil akan kita tutup, namun ini realita yang harus kita hadapi. Kalau kita tahu 142 BUMN hanya 10 yang memberikan hampir 90% dari total dividen, ini tentu kita harus perbaiki,” kata Erick lagi.

Kemudian, kata Erick, pihaknya juga telah mengurangi capital expenditure dan operating expenditure yang dinilai tidak diperlukan untuk saat ini. Semisal, memotong anggaran PT PLN (persero) hingga Rp 93 triliun.

Baca Juga :   Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PT KAI, Didiek Haryanto Jadi Dirut

Lalu, berupaya merestrukturisasi utang-utang BUMN, seperti yang dilakukan PT Inalum (Persero) yang telah menerbitkan global bond di mana sebagian besar dana tersebut akan diperuntukkan melunasi surat utang sebelumnya yang memiliki bunga lebih tinggi.

Sepanjang tahun ini, total dana yang dihimpun BUMN-BUMN melalui penerbitan global bonds mencapai US$ 3,6 miliar. BUMN yang telah menerbitkan instrumen keuangan tersebut antara lain Inalum senilai US$ 2,5 miliar, PT Hutama Karya (Persero) senilai US$ 600 juta dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai US$ 500 juta.

“Sayangnya ini, realitas dengan adanya Covid-19 ada banyak sekali BUMN kinerjanya tergerus. Makanya saya tidak malu saat kemarin ketemu dengan DPR, Menkeu, yang awalnya bilang kita akan mencapai target kalau bisa lebih, ternyata tahun depan kalau bisa 50% saja sudah alhamdulillah,” katanya.

 

Leave a reply