GAPKI: Nilai dan Volume Ekspor Produk Minyak Sawit Naik 15% di Juli 2020

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
165

Ilustrasi kelapa sawit/Antara

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) menyebut nilai dan volume ekspor produk minyak sawit mengalami peningkatan pada Juli dibandingkan Juni 2020 (month-to-month/mtm). Nilai ekspor minyak sawit pada Juli 2020 mencapai US$ 1,8 miliar atau naik 15% mtm.

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono mengatakan, kenaikan nilai ekspor didukung oleh kenaikan harga CPO dari rata-rata US$ 602 cif Rotterdam pada Juni menjadi sekitar US$ 659 pada Juli. “Dan volume ekspor produk minyak sawit juga naik sebesar 362 ribu ton dari 2.767 ribu ton menjadi 3.129 ribu ton pada Juli,” kata Mukti dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (21/9).

Mukti menuturkan, pertumbuhan volume ekspor produk minyak sawit pada Juni terutama karena meningkatnya ekspor produk olahan CPO dan laurik, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 352 ribu ton dan 32 ribu ton. Sementara itu, ekspor oleokimia dicatat relatif tetap sedangkan ekspor biodiesel dan CPO mengalami penurunan masing-masing sekitar 3 ribu ton dan 19 ribu ton.

Berdasarkan negara tujuan, kata Mukti, ekspor ke Tiongkok dan Timur Tengah menjadi kontributor utama kenaikan ekspor di Juli 2020. Ekspor ke Tiongkok naik 188 ribu ton (43% mtm) menjadi 629 ribu ton dan ke Timur Tengah naik 107 ribu ton (65% mtm) menjadi 273 ribu ton.  Sementara ekspor ke India turun 31 ribu ton (5% mtm) dan ke Afrika juga turun 41 ribu ton (15% mtm).

Baca Juga :   100 Hari Jokowi tanpa Akselerasi dan Industri Manufaktur yang Menurun

Meski volume ekspor di Juli mengalami kenaikan, kata Mukti, secara tahunan (yoy) sampai Juli 2020, ekspor tetap mengalami penurunan. Pasalnya, total ekspor produk minyak sawit sampai dengan Juli hanya mencapai 18.632 ribu ton atau 1.189 ribu ton lebih rendah dari tahun lalu (-16,6% yoy).

“Ekspor ke Tiongkok 2020 sebesar 2.634 ribu ton atau hanya sekitar 61% dari tahun lalu yang sebesar 4.281 ribu ton. Sementara ekspor ke India yang mengalami kenaikan menjadi 3.249 ribu ton, lebih tinggi 22% lebih tinggi dari ekspor tahun lalu,” kata Mukti.

Terkait konsumsi dalam negeri, kata Mukti, di Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 97 ribu ton menjadi 1.428 ton dibandingkan Juni lalu. Kenaikan terbesar terjadi untuk konsumsi biodiesel sebesar 87 ribu ton menjadi 638 ribu ton pada Juli. Selain itu, konsumsi oleokimia juga naik 6 ribu ton menjadi 148 ribu ton dan untuk produk pangan naik 4 ribu ton menjadi 642 ribu ton.

“Sampai dengan Juli 2020, total konsumsi domestik sebesar 10.093 ribu ton atau 3% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Kenaikan terbesar pada oleokimia 45% dan biodiesel 27%, sedangkan untuk produk pangan 15% lebih rendah,” kata Mukti.

Baca Juga :   Bukan Sekadar Komoditas, Presiden Jokowi Harus Tegas soal Harga Gas

Walau demikian, produksi CPO pada Juli tercatat hanya mencapai 3.849 ribu ton atau 6,2% lebih rendah dari bulan lalu dan secara tahunan 8,2% lebih rendah dari tahun lalu. Rendahnya produksi tahun ini diperkirakan akibat pemberian pupuk yang kurang untuk mengurangi biaya ketika harga rendah tahun lalu.

Leave a reply