Hasil Survei: Mayoritas Masyarakat Masih Berbelanja untuk Lebaran 2020

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
89

Survei perilaku publik selama Covid-19/Alvara Strategic

Perusahaan konsultan pemasaran Inventure dan perusahaan analisis Alvara Strategic menemukan masyarakat masih berbelanja untuk Lebaran meski dibayangi wabah virus corona. Dari survei online Alvara Strategic, 63,8% responden menjawab masih berbelanja untuk Lebaran 2020.

Sedangkan, 26,7% responden mengaku telah menghentikan belanja Lebaran untuk tahun ini. CEO Alvara Strategic Hasanuddin Aliudin mengatakan, mayoritas masyarakat membeli produk busana dan makanan untuk Lebaran 2020.

Akan tetapi, kata Hasanuddin, akibat kondisi pandemi tahun ini, telah terjadi pergeseran tipis terhadap perilaku konsumen di mana mereka semakin memprioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan ketimbang kebutuhan sekunder atau tersier. Survei ini dilakukan terhadap sekitar 250 responden.

“Kita kalau lihat sisi pandeminya mereka mengalihkan kepada kebutuhan pokok. Konsumsi masayarakat kita lebih difokuskan di produk-produk makanan. Sementara produk-produk lain di nomor duakan karena terkait keterbatasan yang dimiliki saat ini,” kata Hasanuddin dalam sebuah diskusi secara virtual, Kamis (21/5).

Hasanuddin menuturkan, pengiriman bingkisan atau uang THR ke halaman kampung mereka masih rajin dilakukan masyarakat meski terbatas karena pandemic Covid-19. Masyarakat disebut memaklumi keputusan pemerintah karena melarang mudik Lebaran untuk tahun ini.

Baca Juga :   APPBI: Pembukaan Mal di DKI Jakarta, Tunggu Izin dari Gubernur

“Ada sesuatu teman saya memanfaatkan kondisi ini dengan membeli lewat Tokopedia di Semarang untuk mengirimkan bingkisan ke kampung. Jadi semangat merayakan Idul Fitri masih tinggi di masyarakat,” kata Hasanuddin.

Sementara konsultan bisnis Inventure, Gilang Brillian mengatakan, wabah Covid-19 membuat daya beli masyarakat turun. Namun, di waktu perusahaan memberi THR kepada karyawan tingkat belanja masyarakat meningkat. buktinya, kata Gilang, berdasarkan data dari Google Trends pencarian terhadap produk pakaian dan bingkisan mengalami peningkatan.

“Ini bisa menjadi insentif bagi para pebisnis di mana ketika pasar sedang lesu, ketika ada insentif THR beberapa produk dan sektor bisa dibantu kenaikan kebutuhan konsumen,” kata Gilang.

Leave a reply