Ini Strategi Family Mart Bertahan Menghadapi Wabah Corona

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
509

CEO PT Fajar Mitra Indah (FamilyMart Indonesia) Wirry Tjandra/The Iconomics

Banyak sektor usaha yang saat ini sedang berjuang untuk bertahan setelah terpukul sebagai dampak pandemi virus Covid-19. Kemudian, kondisi itu semakin parah karena kebijakan imbauan untuk menjaga jarak, bekerja dan belajar dari rumah.

Tak terkecuali sektor retail. Semisal toko retail modern seperti Family Mart Indonesia. Meski sedang diterpa “badai”, Family Mart tetap beroperasional sambil mengikuti imbauan pemerintah dengan menerapkan kebijakan menjaga kesehatan, kenyamanan karyawan dan pelanggan.

Chief Executive Officer (CEO) Family Mart Indonesia Wirry Tjandra menuturkan, dalam situasi seperti sekarang, ada 3 langkah penting diterapkan perusahannya. Pertama, menerapkan kebijakan menjaga jarak sosial terhadap semua toko dengan menaruh garis antre berjarak 1 meter dari kasir. Juga mengumpulkan semua kursi dan menutup sementara tempat pelanggan berkumpul.

Kedua, setiap toko menyediakan pembersih tangan bagi setiap konsumen yang datang ke toko. Khusus untuk konsumen antar barang (delivery), perusahaan memastikan setiap kantong plastik diikat dengan pengikat kabel agar lebih higienis.

“Selain itu kami berusaha terus menerus untuk menjual hand sanitizer dengan harga normal: Nuvo 50ml dengan Rp 3.600; Nuvo 85ml dengan harga Rp 6.200; dan Nuvo 250ml dengan harga Rp 24.400,” kata Wirry saat dihubungi wartawan The Iconomics pada Rabu (25/3).

Baca Juga :   Antisipasi Serangan Covid-19, Ini Langkah Taspen Layani Nasabah

Untuk mengurani potensi datangnya pengepul, kata Wirry, sistem di setiap toko secara otomatis membatasi pembelian pembersih tangan sebanyak 2 botol per transaksi. Kemudian persediaan pembersih tangan akan terus dicadangkan. Agar konsumen tahu kapan stok barang tersedia kembali, perusahaan akan menginformasikannya melalui akun instagram resmi toko di @familymartid.

“Kami harapkan dengan sedikit kontribusi ini kami bisa membantu warga Jakarta dan Bali untuk melawan penyebaran virus Covid-19 ini,” kata Wirry.

Lalu, perusahaan juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan kantor pusat sejak pekan lalu. Tim pimpinan pun akan mengecek secara acak melalui video call untuk memastikan karyawan tersebut berada di rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Sementara, karyawan yang berada di toko, Wirry memperlengkapinya dengan masker, pembersih tangan dan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Juga tak lupa mengingatkan mereka untuk sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan serta higienitas.

Perusahaan juga telah mengurangi jam operasional setiap toko agar setiap karyawan bisa istirahat dengan cukup. “Kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor kami setiap hari Sabtu ini. Semua yang kami lakukan untuk konsumen dan aset terbesar perusahaan kami yaitu karyawan,” kata Wirry.

Baca Juga :   Cegah Corona, Kemenlu Tangguhkan Bebas Visa Kunjungan Selama 1 Bulan

Wirry mengakui transaksi toko secara delivery meningkat dua digit sejak munculnya pandemi virus corona. Untuk melayani kebutuhan demikian, Family Mart bekerja sama dengan GrabMart untuk menjual berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam situasi sulit ini, kata Wirry, perusahaan berkomitmen terhadap konsumen dan karyawan dan mengupayakan tidak akan ada pemecatan. Juga berupaya memasok barang secara maksimal kepada semua toko.

“Kami berkomitmen tidak akan ada PHK di perusahaan kami, tapi kami meminta bantuan pemerintah juga agar membantu kami. Semoga cobaan ini bisa kita lewati bersama dengan waktu yang tidak terlalu lama, pasti banyak perusahaan yang tidak mampu,” kata Wirry.

Leave a reply