Pekan Ini, Direksi BCA Jual Saham BBCA Senilai Rp20,27 Miliar

Reporter: Petrus Dabu
1
229

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank BCA/Ist

Lima direksi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjual sebagian saham BBCA yang mereka miliki. Total nilai transaksi yang dilakukan pada kurun 7-10 Juli itu mencapai Rp20,27 miliar.

Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA melakukan aksi jual pada 9 dan 10 Juli 2020 dengan jumlah dan harga yang berbeda-beda. Pada 9 Juli Jahja menjual sebanyak 50.000 lembar saham pada harga Rp31.050 per saham atau senilai Rp1,55 miliar (belum dipotong pajak).

Jahja kembali melakukan aksi jual saham BBCA pada 10 Juli sebanyak dua kali yaitu pada harga Rp31.100 dan Rp31.125 per saham, masing-masing jumlahnya sebanyak 25.000 lembar saham. Dus, nilai kedua transaksi ini sebesar Rp1,56 miliar.

Dengan demikian, Jahja menjual sebanyak 100.000 lembar saham BBCA yang dimilikinya, dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,11 miliar.

Saat ini, Jahja masih memiliki 8.005.463 saham BBCA atau bila dikapitalisasi berdasarkan harga penutupan BBCA pada Jumat (10/7) kemarin yang berada di level Rp31.000 per saham, nilai kepemilikan Jahja masih sebesar Rp248,17 miliar.

Baca Juga :   Mulai Senin, BCA Terapkan Operasional Terbatas di Seluruh Kantor Cabang

Tak hanya Jahja yang menjual saham BBCA. Direksi lainnya Henry Koenaif menjual sebanyak 210.000 lembar saham BBCA pada 7-8 Juli 2020. Henry menjual pada harga Rp29.925 sebanyak 100.000 lembar, kemudian pada harga Rp29.950 sebanyak 100.000 lembar dan pada harga Rp30.750 sebanyak 10.000 lembar. Sehingga total nilai transaksi penjualan saham Henry sebesar Rp6,3 miliar. Sisa kepemilikan saham Henry setelah tiga kali melakukan penjualan adalah 908.098 lembar saham BBCA.

Direktur BCA lainnya, Lianawaty Suwono, Rudy Susanto dan Erwan Yuris Ang juga melakukan aksi jual saham BBCA pada 9 dan 10 Juli 2020.

Lianawaty Suwono menjual BBCA pada 9 Juli yang dilakukan dalam dua kali transaksi yaitu pada harga Rp31.025 per saham sebanyak 50.000 lembar dan pada harga Rp31.050, juga sebanyak 50.000 lembar. Sehingga total nilai transaksi jual Lianawaty Suwono sebesar Rp3,1 miliar. Sisa kepemilikan saham BBCA Lianawaty Suwono setelah dua transaksi penjualan tersebut adalah 174.186 lembar saham.

Rudy Susanto menjual saham BBCA pada 9 Juli 2020 yang dilakukan dalam dua kali transaksi yaitu pada harga Rp31.000 per saham sebanyak 145.000 dan pada harga Rp31.025 per saham sebanyak 54.500 saham. Sehingga total nilai transaksi jual yang dilakukannya sebesar Rp6,2 miliar. Saat ini, sisa kepemilikan saham BBCA Rudy sebanyak 360.411 saham.

Baca Juga :   Nilai Merek BCA Naik 11% di Tahun 2020

Kemudian, Erwan Yuris Ang melakukan transaksi jual saham BBCA sebanyak satu kali pada 10 Juli sebanyak 50.000 lembar pada harga Rp31.150 per saham atau senilai Rp1,56 miliar. Sisa kepemilikan sahamnya saat ini adalah 1.269.131 saham.

Saham BBCA ditutup pada level Rp31.000 pada Jumat (10/7), naik 1,64%. Sejak awal tahun, harga BBCA masih terkoreksi sebesar -7,32%. Pada Maret lalu, harga BBCA sempat menyentuh level terendah di sekitar Rp22.150 per saham saat kepanikan massal sedang melanda bursa saham karena pandemi Covid-19.