Pertumbuhan Nasional Diperkirakan Sekitar -1,13% hingga 0%

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
90

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/The Iconomics

Pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 menjadi sekitar -1.1% hingga 0,2%. Padahal sebelumnya proyeksi pertumbuhan ekonomi pada Maret hingga April kemarin berada di kisaran -0,4% hingga 2,3%.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, perubahan atas proyeksi tersebut berdasarkan perkembangan kasus pandemi Covid-19 di Indonesia dan di beberapa negara tetangga yang ekonominya mengalami kontraksi pada Kuartal III/2020.

“Ini berarti agak bergeser ke arah negatif atau mendekati 0,” tutur Sri Mulyani saat telekonferensi pers secara virtual mengenai nota keuangan dan RUU APBN 2021 di Jakarta, Jumat (14/8).

Sri Mulyani mengatakan, berdasarkan tekanan sangat dalam yang dialami ekonomi nasional pada kuartal II akibat pandemi Covid-19, pemerintah memiliki tugas dan peran yang cukup besar dalam mempercepat pemulihan kembali ekonomi Indonesia di Kuartal III dan IV tahun ini.

“Kita melihat bahwa tekanan di kuartal II sangat dalam dan faktor-faktor untuk kuartal III harus betul-betul diusahakan, tidak hanya tergantung dari pemerintah meski pemerintah memegang peran yang cukup besar di dalam pemulihan ekonomi,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga :   IBM Dorong Digitalisasi dan Teknologi Awan sebagai Solusi Terdepan

Revisi proyeksi pertumbuhan tersebut, kata Sri Mulyani, berdasarkan tekanan yang dialami beberapa segmen pengeluaran untuk 2020. Dalam hal konsumsi rumah tangga dan lembaga non-profit yang melayani rumah tangga yang pertumbuhannya diperkirakan akan mengalami kontraksi -1,3% hingga 0%.

Sedangkan itu Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga diproyeksikan akan kontraksi sekitar minus -4,2% hingga -2,6%. Sementara baik ekspor maupun impor seiring dengan tekanan yang luar biasa di ekonomi global juga mengalami tekanan yang sangat dalam, di mana ekspor diperkirakan terkontraksi di kisaran -5,6% hingga -4%. Sedangkan impor diperkirakan akan kontraksi sekitar -10,5% sampai dengan -8,4%.

”Tentu kita akan melihat terutama pada pencapaian kuartal III untuk melihat proyeksi 2020 ini,” katanya.

Leave a reply