Telkom Alokasikan Dana Rp 1,5 Triliun untuk Beli Kembali Saham

Reporter: Petrus Dabu
0
153

Ilustrasi/Bisnis.com

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Perseroan) menyediakan dana Rp 1,5 triliun untuk pembelian kembali (buyback) saham di Bursa Efek Indonesia. Aksi korporasi ini akan dilakukan pada 30 Maret hingga 29 Juni 2020.

Berdasarkan data Perseroan, sejak tanggal 1 Januari 2020 hingga tanggal 19 Maret 2020 tercatat saham Perseroan mengalami penurunan sebesar 34% yaitu dari harga Rp3.970 turun ke harga Rp2.620.

“Penurunan harga saham tersebut tidak mencerminkan kinerja positif Perseroan, sehingga Perseroan bermaksud untuk menunjukkan komitmennya dalam rangka meningkatkan nilai pemegang saham melalui pembelian kembali saham Perseroan,” tulis Manajemen TLKM dalam keterbukaan informasi, Senin (30/3).

Anggaran Rp 1,5 triliun tersebut diambil dari kas internal emiten dengan kode saham TLKM ini. Dengan demikian, aset dan ekuitas akan turun sebesar Rp 1,5 triliun.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan,” tulis TLKM.

TLKM bukanlah BUMN dan emiten pertama yang mengumumkan rencana buyaback saham. Sejumlah emiten lain sejak pertengahan Maret ini juga melakukan upaya serupa untuk menahan laju penurunan harga saham akibat kepanikan karena pandemi virus Corona baru (Covid-19).

Baca Juga :   Tak Kebal Virus Corona, Hermina Alokasikan Rp 100 Miliar untuk Buyback Saham

Berikut adalah sejumlah emiten yang sudah menyampaikan rencana buyback ke Bursa Efek Indonesia:

  1. PT Tunas Baru Lampung Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  2. PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 70 miliar;
  3. PT Fast Food Indonesia Tbk, anggaran Rp 10 miliar;
  4. PT Alfa Energi Investama Tbk,anggaran sebesar Rp 5 miliar;
  5. PT Itama Ranoraya Tbk, anggaran sebesar Rp 60 miliar;
  6. PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk, anggaran sebesar Rp 14 miliar;
  7. PT Jaya Real Property Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  8. PT PP (Persero) Tbk, anggaran Rp 250 miliar;
  9. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  10. PT Waskita Karya (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  11. PT Adhi Karya (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  12. PT Jasa Marga Tbk (Persero), anggaran sebesar Rp 500 miliar;
  13. PT Rukun Raharja Tbk, anggaran Rp 40 miliar;
  14. PT Eastprac Hotel Tbk, anggaran Rp 2 miliar;
  15. PT Ace Hardwere Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 34,3 miliar;
  16. PT AKR Corporindo Tbk, anggaran sebesar Rp 500 miliar;
  17. PT Barito Pacific Tbk, anggaran sebesar Rp 1 triliun;
  18. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, anggaran sebesar Rp 1,8 triliun;
  19. PT Medco Energi Internasional Tbk, anggara sebesar US$ 3 juta;
  20. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, anggaran sebesar Rp 3 triliun;
  21. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, anggaran sebesar Rp 250 miliar;
  22. PT Bukti Asam Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  23. PT Timah Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  24. PT Aneka Tambang Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  25. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, anggaran sebesar Rp 110 miliar;
  26. PT Nusantara Infrastruktur Tbk, anggaran tidak disebutkan;
  27. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, anggaran tidak disebutkan, jumlah lembar 200 juta;
  28. PT Mulia Industrindo Tbk, anggaran sebesar Rp 25 miliar;
  29. PT Nusa Raya Cipta Tbk, anggaran sebesar Rp 125 miliar;
  30. PT Pan Brothers, Tbkm anggaran sebesar Rp 210 miliar;
  31. PT Bank Panin Tbk, anggaran sebesar Rp 480 miliar;
  32. PT Kalbe Farma Tbk, anggaran sebesar Rp 18,75 miliar;
  33. PT Surya Semesta Internusa Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  34. PT Cikarang Listrindo Tbk, anggaran sebesar Rp 72,45 miliar;
  35. PT Mitra Adiperkasa Tbk, anggaran sebesar Rp 20,023 miliar;
  36. PT Sarana Menara Nusantara Tbk, anggaran sebesar Rp 25,5 miliar;
  37. PT Mahkota Group Tbk, anggaran sebesar Rp 20 miliar;
  38. PT M Cash Integrasi Tbk, anggaran sebesar Rp 17,35 miliar;
  39. PT Bank Mestika Dharma Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  40. PT Multi Indocitra Tbk, anggaran sebesar Rp 6 miliar;
  41. PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, anggaran sebesar Rp 14,28 miliar;
  42. PT Digital Mediatama Maxima Tbk, anggara sebesar Rp 15,38 miliar;
  43. PT Bumi Serpong Damai Tbk, anggaran sebesar Rp 1 triliun;
  44. PT Perdana Gapuraprima Tbk, anggaran sebesar Rp 10 miliar;
  45. PT NFC Indonesia Tbk, anggaran tidak disebutkan;
  46. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  47. PT Telefast Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 6,7 miliar;
  48. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 2 triliun;
  49. PT Erajaya Swasembada Tbk, anggaran sebesar Rp 319 miliar;
  50. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 75 miliar;
  51. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, angggaran sebesar Rp 1,13 miliar;
  52. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 15 miliar;
  53. PT Kresna Graha Investama Tbk, anggaran sebesar Rp 18,20 miliar;
  54. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 1,5 triliun.

Leave a reply