LPPI Perkirakan Ekonomi Kuartal II Kontraksi

Reporter: Antara
0
59

Dirut LPPI Mirza AdityaswaraDirut LPPI Mirza Adityaswara/Antara

Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kuartal II-2020 akan kontraksi akibat adanya penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Mirza mengatakan untuk realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 sudah jauh dari target padahal Januari hingga Februari masih dalam kondisi normal yaitu hanya 2,97%.

“Awalnya kuratal I-2020 diperkirakan masih 4% atau 4,2% tapi ternyata hanya 2,97%. Berarti kuartal II-2020 bisa negatif karena tidak ada aktivitas sektor riil akibat PSBB,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (19/05/2020).

Mirza merinci sektor perdagangan pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 1,6% padahal mempunyai porsi 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Perdagangan kuartal I 1,6% padahal kontribusinya 14% dari PDB ini bisa saja negatif pada kuartal II,” ujarnya.

Kemudian sektor industri dan konstruksi yang pada kuartal I-2020 masing-masing tumbuh 2,06% dan 2,9% juga diperkirakan akan negatif pada kuartal II-2020.

“Konstruksi hanya tumbuh 2,9% jadi pembangunan renovasi rumah terhenti sehingga kuartal II-2029 kita lihat akan rendah dan negatif,” katanya.

Baca Juga :   Potret Ekonomi Indonesia pada Triwulan 1-2020: Melambat dan Meleset dari Perkiraan

Sementara itu pada Rabu (6/5), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya akan bergantung pada perluasan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah.

“Pembatasan sosial baru mulai berlaku Maret minggu kedua. Kita bayangkan April dan Mei ini PSBB dilakukan meluas maka konsumsi pasti akan drop jauh lebih besar,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan jika kondisi pandemi Covid-19 masih berlanjut di kuartal II dan III maka diprediksikan perekonomian Indonesia akan masuk dalam skenario sangat berat yaitu minus 0,4%.

“Jika kuartal II dan III tidak mampu memperbaiki dan pandemi menimbulkan dampak lebih panjang di kuartal II dan III di mana PSBB belum ada pengurangan maka kita akan memasuki skenario sangat berat,” ujarnya.

Leave a reply