Nielsen Beberkan Faktor yang Bikin IKK Merosot di Kuartal II

0
88

Managing Director Nielsen Indonesia Indrasena ‘Dede’ Patmawidjaja/Binus

Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia pada kuartal II 2020 menurun drastis dengan skor indeks 102 poin persentase (pp), turun 25 dibandingkan dengan kuartal I 2020. Informasi tersebut berdasarkan hasil survei terbaru The Conference Board® Global Consumer Confidence™ Survey bekerja sama dengan Nielsen.

Survei ini menemukan bahwa indeks kepercayaan konsumen global secara rata-rata turun menjadi 92 pada kuartal kedua dari 106 di awal kuartal pertama atau sebelum pandemi meluas secara signifikan di luar China. Prospek pekerjaan yang memburuk dan meningkatnya kecemasan tentang keuangan pribadi mendorong rekor turunnya kepercayaan konsumen global pada kuartal kedua 2020.

Indonesia turun ke peringkat 10 negara paling optimistis. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya keyakinan konsumen akan 3 indikator yang mempengaruhi IKK yang mencapai lebih dari 20 poin persentase. Persepsi konsumen Indonesia akan Prospek Lapangan Kerja turun dari 70% di kuartal I 2020 menjadi 48% di kuartal II 2020, sementara itu persepsi Keadaan Keuangan Pribadi turun menjadi 57% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 78%, dan Keinginan Untuk Berbelanja dalam 12 bulan ke depan turun menjadi 35% di kuartal II 2020 dari 60% di kuartal sebelumnya. Pada kuartal II 2020, lebih banyak konsumen Indonesia sebesar 78% yang merasa bahwa negara sedang dalam keadaan resesi ekonomi.

Baca Juga :   Tetap Waspada, Optimisme Konsumen Turun Tipis

“Melihat ke depan, lebih banyak konsumen berencana membatasi pengeluaran untuk liburan tahunan, menahan keinginan untuk berjalan-jalan, dan menghabiskan lebih sedikit untuk hiburan di luar rumah dalam jangka panjang,” kata Managing Director Nielsen Connect Indonesia Indrasena Patmawidjaja dalam siaran pers.

Menurut Indrasena, hal ini juga mengindikasikan masih adanya kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan penyebaran virus Covid-19 meskipun Indonesia sudah mulai memasuki masa transisi kenormalan baru.

Lebih banyak konsumen yang mengurangi kebutuhan yang tidak terlalu penting pada kuartal II tahun ini, sebanyak 43% konsumen memilih mengurangi hiburan di luar rumah, 40% mengurangi berbelanja pakaian baru, serta 36% mengurangi kegiatan liburan. Sebaliknya hanya 29% menghemat gas dan listrik, angka ini menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Kekhawatiran konsumen akan ekonomi dan kesehatan masing-masing sebanyak 56% dan 29% yang meningkat signifikan dari kuartal sebelumnya, mendorong konsumen untuk mengalokasikan dana cadangannya untuk pembayaran asuransi kesehatan sebesar 20% dan pembayaran hutang/ kredit sebanyak 18%.

Leave a reply