GAPKI: Potensi Besar, Afrika Selatan Jadi Pasar Ekspor Masa Depan

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
132

Ilustrasi kelapa sawit/Antara

Pasar minyak sawit di Afrika Selatan masih terbuka lebar. Duta Besar Republik Indonesia untuk Pretoria, Afrika Selatan Salman Al Farisi menyebut bahwa Afrika Selatan merupakan pasar non tradisional yang menjanjikan bagi pengusaha eksportir minyak kelapa sawit.

Permintaan produk kelapa sawit secara global dinilai telah menurun secara global. Tak kecuali ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke pasar tradisional seperti Cina, Uni Eropa, India dan Amerika Serikat.

“Minyak sawit digunakan secara luas di restoran dan industri makanan. Sedangkan banyak dari mereka tidak ada aktivitas selama periode lockdown yang tidak dapat dihindari di hampir seluruh dunia,” kata Salman, saat menghadiri acara diskusi secara daring pada Senin (31/08/2020).

Salman mengatakan selagi permintaan dari pasar tradisional tengah menurun, pihaknya meyakini pasar minyak sawit di Afrika Selatan masih sangat terbuka. Selama 17 tahun terakhir, pihaknya mencatat Afrika Selatan mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 5% per tahun untuk impor produk minyak kelapa sawit, dengan rekor impor tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 442.884 ton. Dalam periode tersebut, Indonesia dan Malaysia merupakan kontributor terbesar untuk impor minyak kelapa sawit di Afrika Selatan.

Baca Juga :   Harga Jual CPO Naik, Astra Agro Catatkan Kinerja Positif Semester I

Namun, Ia mengatakan pasar Afrika masih berkontribusi di bawah 3% dari total tujuan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Dengan demikian inilah peluang yang besar bagi kedua negara untuk semakin memperkuat kerjasama, terutama dari segi business-to-business (B2B) agar dapat memaksimalkan kesempatan menjangkau pasar Afrika.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kanya Lakshmi Sidarta senada dengan Salman terkait potensi ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke pasar Afrika, khususnya Afrika Selatan. Lakshmi mengatakan selama 5 tahun terakhir, Afrika Selatan merupakan tujuan ekspor terbesar Indonesia untuk produk minyak kelapa sawit dengan komposisi sebesar 17,8%.

Meskipun Afrika kontribusinya hanya di bawah 3% dari pasar tujuan ekspor sawit, ia mengatakan Afrika sendiri merupakan kawasan yang mengimpor kelapa sawit dengan jumlah signifikan. Pasalnya 41,18% dari total impor Afrika merupakan produk minyak kelapa sawit.

“Pasar Afrika Selatan merupakan salah satu pasar non tradisional utama Indonesia yang diharapkan dapat mendorong ekspor di masa depan,” kata Lakshmi.

Leave a reply