Jonan: Transformasi Itu adalah Perubahan Berkelanjutan

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
143

Ignasius JonanIgnatius Jonan/ITB

Perubahan bisa dinyatakan sebagai transformasi apabila dampak perubahan itu berkelanjutan (suistained). Perubahan berkelanjutan itu bisa dilihat dan terus berjalan dengan baik meski sosok yang menerapkan perubahan tersebut telah pergi dari organisasi tersebut.

“Saya selalu percaya bahwa change will lead to disappointment if it is not sustained. Jadi perubahan harus sustained, kalau tidak, bukan disebut transformasi. Transformasi is sustained change and it is achieved through practice,” kata mantan Menteri ESDM periode 2016-2019, Ignasius Jonan saat menghadiri acara diskusi secara daring di Jakarta, Jumat, (10/7).

Jonan mengatakan, untuk menerapkan transformasi dari posisi yang bersifat politik semisal, sebagai menteri, akan jauh lebih sulit untuk dipertahankan. Pasalnya, ketika membuat kebijakan harus bersifat dinamis dan mengikuti perkembangan zaman dan situasi.

“Tidak banyak legacy bisa ditinggal kalau sifatnya policy, karena policy harus berganti menyesuaikan zaman tapi (transformasi) practice, pola kerja itu bisa,” tambah Jonan.

Salah satu upaya transformasi yang berhasil diterapkan ketika menjadi menteri perhubungan selama 21 bulan, kata Jonan, dengan menghilangkan praktik “percaloan” di sektor penerbangan dan meningkatkan perhatian Kementerian Perhubungan akan isu keselamatan (safety).

Baca Juga :   Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Kucurkan Tambahan Dana Senilai Rp 52,57 T ke 12 BUMN

“Kalau di (Kementerian) Perhubungan sulit karena saya hanya dikasih waktu 21 bulan, kalau dalam waktu itu mengubah kultur yang ada di sana bisa sustain tidak mudah. Satu hal yang sampai sekarang tetap jalan siapapun menterinya itu tidak ada calo di bandara. Dulu bandara juga banyak calo, nah kalau sekarang enggak ada,” kata Jonan.

Sementara itu, ketika menjadi menteri ESDM, salah satu gebrakan yang dilakukan Jonan, di samping mengakuisisi perusahaan tambang PT Freeport McMoran, juga memodernisasi operasional di Kementerian ESDM dengan penerapan sistem teknologi informasi.

“Sekarang canggih sekali. Zaman saya masuk sangat simpel, orang bikin pendaftaran pakai online kalau di-hack bisa masuk, saya sampai marah. Akhirnya sekarang sudah canggih, sophisticated, mungkin one of the most sophisticated di luar Kominfo. Jadi sangat sophisticated, saya rasa itu terus jalan,” katanya.

 

Leave a reply