Target-Target Mandiri Tunas Finance Tahun 2020

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
116

Jajaran direksi Mandiri Tunas Finance/Ist

PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menegaskan ada segmen yang akan menjadi target utama di tengah tantangan bisnis yang semakin multidimensi. Pertumbuhan penjualan kendaraan yang diperkirakan tumbuh pelan, tidak membuat MTF habis akal. Sejumlah strategi sudah disiapkan untuk mengarungi 2020.

Disrupsi digital juga mendorong MTF untuk selalu beradaptasi dengan perubahan teknologi digital. MTF akan secara berkelanjutan mendigitalisasi perusahaan.  

Untuk membedah lebih dalam mengenai Mandiri Tunas Finance, Wartawan theiconomics.com Yehezkiel Sitinjak mewawancarai Direktur Utama MTF Arya Suprihadi pada awal Maret 2020. Berikut ini petikan wawancaranya:

 

Di saat kondisi pasar penjualan mobil yang stagnan ini, dimana menurut Gaikindo hanya akan tumbuh 0,6% untuk tahun, bagaimana strategi MTF dalam menghadapi ini? Apakah penyaluran kredit multiguna (KMG) akan ditingkatkan?

Kalau kita lihat memang pada saat memproyeksikan pertumbuhan di awal tahun kita berdasarkan pada angka tahun lalu. Kita tahun lalu kan tumbuh sebesar 6%. Nah di tahun ini karena Gaikindo sendiri memprediksi tidak tumbuh atau stagnan 0,6%, kita memproyeksikan pertumbuhan sama seperti tahun lalu. Jadi proyeksi kami tahun ini juga sekitar 6%.

Baca Juga :   Bantu Masyarakat Hadapi Corona, Kadin Salurkan Bantuan Melalui PMI

Tapi kalau melihat dari 6% itu kan ada komposisi di dalamnya. Dari situ kita memprediksi kemungkinan akan ada koreksi terhadap pembiayaan kendaraan bermotor baru. Oleh karena itu, kita angkat target untuk KMG (kredit multiguna –Red) atau pembiayaan kendaraan existing (second) di 2020. Supaya kita dapat refinancing dari orang yang sudah punya kendaraan, kita berikan kredit itu. Kita perkirakan akan tumbuh 2 kali lipat. Jadi itu salah satu cara untuk mengisi seandainya terjadi penurunan secara signifikan dari pembiayaan kendaraan baru.

 

Dari pertumbuhan 6% yang dicapai tahun lalu, 1% berasal dari pembiayaan mobil baru, sisanya dari mana?

Kalau dilihat dari segmen passenger dan commercial, komposisi yang passenger sekitar 60% sedangkan commercial sekitar 20-30%. Tahun lalu pertumbuhan di commercial cukup besar karena kita memang tahun kemarin baru gencar. Pertumbuhan paling signifikan terjadi di penjualan kendaraan commercial dan sekaligus pertumbuhan program KMG. Padahal dari pembiayaan mobil baru sendiri itu cuma tumbuh 1% tahun lalu. Tapi secara total, kita masih bisa tumbuh 6,6% karena produk-produk lain bisa tumbuh.

Baca Juga :   Menteri Erick Thohir: Perusahaan BUMN Tetap Beroperasi Normal

 

Berapa persen pertumbuhan pembiayaan di sektor commercial dan KMG tahun lalu?

Untuk komersil tahun lalu naik sekitar 20-30%. MGK tumbuh hampir 70% karena kita memang baru mulai 2 tahun terakhir. Kalau tahun lalu kita tumbuh 70%, untuk tahun ini kita incar 100%. Kalau segmen commercial kita lihat kondisi karena situasi saat ini (wabah corona) kan berpengaruh pada usaha juga. Tapi kalau untuk KMG itu segmen yang tidak terlalu terpengaruh karena kebutuhan orang untuk multiguna ada terus, mau buat modal usaha, pendidikan, kebutuhan renovasi. Itu yang kita prediksikan tidak berpengaruh pada situasi ini. Jadi kita dorong ke sana.

Halaman Berikutnya
1 2

Leave a reply