Digitalisasi Pemda, Tak Kaget Saat Covid-19 Ada

0
672

Sejumlah remaja memegang ponsel mereka masing-masing di Medan, Sumatera Utara/AntaraSejumlah remaja memegang ponsel mereka masing-masing di Medan, Sumatera Utara/Antara

Penyedia ekosistem smart city Qlue telah berkolaborasi dengan Kota Tarakan dan Kupang. Tahun lalu tepatnya kedua daerah tersebut mengadopsi mulai dari aplikasi pelaporan masyarakat, manajemen tindak lanjut, dan dashboard terintegrasi besutan Qlue.

Founder & CEO Qlue Rama Raditya mengatakan pihaknya bangga bisa menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan oleh Kota Tarakan dan Kota Kupang dalam mewujudkan smart city melalui pemanfaatan teknologi yang komprehensif. Jauh sebelum pandemi berlangsung, Kota Tarakan dan Kota Kupang sudah melakukan transformasi di sisi pelayanan publik, di mana masyarakat bisa memangkas birokrasi dengan langsung menyampaikan keluhan secara langsung ke pemerintah melalui Qlue.

Rama menambahkan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan. Pemerintah mau tidak mau harus melakukan refocussing prioritas pembangunan dan mengimplementasikan pemanfaatan teknologi secara optimal untuk terus menjaga kondisi ekonomi. Kemajuan teknologi khususnya ketersediaan data dan informasi sangat penting bagi pemerintah dalam menjalankan hal tersebut. Selain itu, penentuan key performance indicators (KPI) dari pemerintah, kolaborasi dengan masyarakat dan industri, dan pengawasan yang baik dari seluruh pihak, juga akan membantu mempercepat pembangunan pasca pandemi.

Baca Juga :   Pemda Punya Peran Kunci untuk Sukseskan Program Kartu Prakerja

Walikota Kupang Jefirstson R. Riwu Kore mengatakan Qlue membantu pemerintah daerah dalam memperoleh laporan riil terkait penyelenggaraan pemerintahan terutama pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, sehingga dapat segera dilakukan evaluasi dan perbaikan. Pada masa pandemi Covid-19, khusus untuk penyaluran bantuan sosial ke masyarakat, Pemkot Kupang juga memanfaatkan teknologi sebagai kanal pelaporan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan sosial, salah satunya melalui Qlue.

Sementara terkait Covid-19, Kota Tarakan memiliki nol kasus pasien baru sejak 27 Juli lalu, hal itu juga yang membuat Pemerintah Kota Tarakan yakin untuk mengimplementasikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) per 1 Agustus kemarin. Menurut Walikota Tarakan Khairul, persoalan yang dihadapi pemerintahan di seluruh Indonesia ada dua, yaitu pandemi yang belum selesai dan kemerosotan ekonomi. Digitalisasi dan teknologi merupakan hal yang sangat penting dalam untuk menjaga aktivitas ekonomi di Tarakan. Saat ini, Kota Tarakan mendorong masyarakat untuk beralih ke digital, mulai dari transaksi keuangan, kegiatan medis melalui telemedicine, rapat pemerintahan, hingga antrian mandiri di RSU Kota Tarakan.

Baca Juga :   Elektronifikasi Transaksi Pemda Harga Mati

Leave a reply