Himbara Luncurkan DigiKU, Permudah Akses Permodalan untuk UMKM

Reporter: Petrus Dabu
0
142

Ilustrasi

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) meluncurkan DigiKU, sebuah platform digital untuk memudahkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan pinjaman modal usaha. Platform ini juga diharapkan bisa mendukung UMKM untuk bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan DigiKU merupakan inovasi untuk menjawab kebutuhan permodalan para pelaku UMKM berbentuk penyaluran pinjaman secara online bagi para mitra UMKM.

Luhut mengatakan melalui inovasi ini bantuan modal finansial senilai Rp4,2 triliun akan disalurkan bagi 1 juta unit UMKM yang ada dalam ekosistem digital. “Angka ini saya pikir bisa kita tambahkan lagi sejalan dengan penyerapan yang nanti dilakukan oleh UMKM. Program ini akan menyelaraskan basis data mitra UMKM pada ekosistem digital yang berbasis data nasabah yang dimiliki Himbara,” ujar Luhut saat peluncuran DigiKU di Jakarta, Jumat (17/7).

Luhut mengatakan proses pengajuan pinjaman secara online ini akan lebih cepat yaitu hanya membutuhkan waktu 15 menit. “Program DigiKu menjadi sebuah bukti nyata keberpihakan Himbara bagi para pelaku UMKM. Kita semua berharap dengan diluncurkannya program ini UMKM di seluruh pelosok negeri dapat merasakan manfaatnya. Dengan demikian peran vital UMKM sebagai penopang dan perekat ekonomi dapat terus berjalan,” ujar Luhut.

Baca Juga :   Begini Mekanisme Penempatan Dana Pemerintah di Bank Himbara

Pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto mengatakan DigiKU diharapkan akan mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Ia mengatakan potensi ekonomi digital di Indonesia mencapai US$133 miliar pada tahun 2025, sedangkan total Asia Tenggara mencapai US$153 miliar. Artinya, menurut dia, lebih dari 85% potensi ekonomi digital di Asia Tenggara ada di Indonesia.

Airlangga mengatakan platform DigiKU ini dapat membantu mempercepat penyaluran KUR secara online. Tahun ini target penyaluran KUR sebesar Rp190 triliun.

“Saat sekarang, Januari-Juni total plafonnya sudah Rp76 triliun. Masih ada outstanding sebesar Rp69,6 triliun dan sudah menjangkau 2,2 juta debitur. Diharapkan ini bisa diakses dengan platform DigiKU,” ujar Airlangga.

Ketua Himbara Sunarso mengatakan setelah dihantam badai Covid-19, UMKM memang tidak hanya membutuhkan dukungan pembiayaan tetapi juga penciptaan demand (permintaan). Untuk menciptakan permintaan itu, maka aktivitas sosial dan ekonomi perlu dibuka kembali dengan tetap disiplin mematuhui protokol kesehatan.

“Kalau demand-nya sendiri juga enggak ada, itu juga enggak bergerak, jadi dua-duanya ini harus kita gerakan bersama-sama, ada demand dan kemudian ada pembiayaan,” ujar Sunarso.

Baca Juga :   Bank Himbara Wajib Salurkan Kredit Tiga Kali Lipat dari Dana yang Ditempatkan Pemerintah

 

Leave a reply