Covid-19 Meluas, Belanja Iklan Vitamin dan Obat Batuk Lebih Dari Rp20 Miliar per Hari

0
86

Hellen Katherina NielsenExecutive Director Media Nielsen (Indonesia) Hellen Katherina/Nielsen

Perilaku konsumen mengalami perubahan seiring meluasnya Covid-19 di Indonesia. Pola konsumsi periklanan dan media juga mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam situasi saat ini.

Penyebaran Covid-19 membuat isu kesehatan dan kebersihan menjadi daya tarik masyarakat. Laporan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) memperlihatkan sepanjang bulan Maret, frekuensi iklan di televisi meningkat secara signifikan untuk beberapa produk yaitu produk pencegah penyakit seperti vitamin dan suplemen, dan penyembuh penyakit seperti obat batuk.

“Sejalan dengan meningkatnya kasus Covid-19, isu kesehatan menjadi perhatian bagi masyarakat. Ini mendorong para pelaku industri khususnya terkait vitamin dan obat-obatan menangkap peluang untuk meningkatkan penjualan produk mereka, dengan cara menambah spot dan anggaran beriklan baik di media elektronik seperti televisi maupun media digital,” kata Executive Director Media Nielsen (Indonesia) Hellen Katherina dalam siaran pers Senin (23/03/2020)

Kategori vitamin ditayangkan 300 spot iklan per hari di awal Maret. Sementara pada 18 Maret, iklan kategori produk tersebut tayang 601 spot per hari dengan total belanja iklan mencapai Rp15,3 miliar per hari. Hal yang serupa juga terjadi pada kategori obat batuk yang menayangkan kurang dari 50 spot iklan di awal Maret dan meningkat menjadi 180 spot pada 18 Maret. Total belanja iklannya sebesar Rp5,6 miliar per hari.

Baca Juga :   Antisipasi Penyebaran Corona, Pertamina Siap Antar BBM dan LPG

Kategori produk vitamin dan suplemen juga meningkatkan belanja iklannya di media digital. Berdasarkan pantauan Nielsen di Top 200 situs lokal, kedua kategori produk tersebut menggelontorkan total belanja iklan lebih dari Rp20 miliar pada minggu kedua bulan Maret. Naik signifikan. Padahal kategori produk tersebut hanya membelanjakan iklan Rp6 miliar di minggu kedua bulan Februari.

Leave a reply