Dukung PEN, LPEI Biayai 3 UKM Berbasis Ekspor

0
74

LPEI melakukan pembiayaan keypads 3 perusahaan yang berbasis ekspor/ Dok. LPEI

Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI) belum lama ini menjalin kerja sama dengan 3 pelaku usaha kecil menengah (UKM) berorientasi ekspor. LPEI melakukan pembiayaan modal kerja kepada PT Urchindize Indonesia dan PT Kevinindo Anugrah dan pembiayaan supply chain dengan salah satu supplier dari PT Panca Mitra.

LPEI atau Indonesia Eximbank mendapat mandat dari pemerintah untuk mendukung sektor UKM berorientasi ekspor yang tertuang pada Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.72/KMK.08/2020. Mandat ini merupakan salah satu dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha khususnya sektor UKM selama pandemi Covid-19. Untuk itu, LPEI telah melakukan kerjasama dengan PT Askrindo Indonesia sebagai penjamin kredit.

Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas mengungkapkan bahwa pembiayaan kepada 3 UKM ini akan sangat membantu UKM untuk bertahan di masa pandemi ini. James Rompas berharap agar UKM lain dapat memanfaatkan fasilitas serupa.

“Pelaku usaha yang menjadi sasaran program ini adalah Usaha Kecil dan Menengah menurut UU No 20 Tahun 2008 yang berorientasi ekspor baik direct maupun indirect (tier 1),” kata James Rompas melalui siaran pers tertulis.

Baca Juga :   Ekspor Astra Honda Motor Naik, Berapa Besar Kontribusi Skutik?

Adapun kriteria UKM yang dapat mengakses pembiayaan yakni memiliki kegiatan usaha minimal 2 tahun dan laporan keuangan 2 tahun terakhir, berbentuk badan usaha baik yang badan hukum maupun perseorangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memiliki NPWP, SIUP, surat keterangan domisili usaha, surat izin usaha lainnya, dan/atau Nomor Induk Berusaha (NIB), dan mayoritas dimiliki oleh Warga Negara Indonesia.

LPEI menyiapkan plafon untuk segmen kecil mulai Rp500 juta s.d Rp2 miliar. Segmen menengah mulai Rp2 miliar s.d Rp15 miliar. Adapun plafon di atas Rp10 miliar, calon debitur wajib memiliki laporan keuangan audited tahunan untuk periode terakhir.

Adapun 3 perusahaan yang mendapatkan pembiayaan adalah PT Urchindize Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di industri ikan teri dan telah mengekspor produknya ke Jepang, Singapura dan Taiwan. PT Kevinindo Anugrah bergerak di perdagangan kancing dari kulit kerang yang diekspor ke Korea Selatan, Jepang dan Hongkong. Lalu M. Ichsan merupakan supplier budidaya ikan dan udang air tawar kepada Panca Mitra yang telah mengekspor produknya ke Amerika Serikat dan Jepang.

Leave a reply