Kliring Berjangka Indonesia Mulai Jalankan Sistem Resi Gudang Ayam Karkas Beku

Reporter: Petrus Dabu
0
103

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero); Tjahya Widayanti, Kepala Bappebti dan Agus Suparmanto (Menteri Perdagangan), disela-sela acara peresmian gudang SRG Komoditas Ayam Karkas Beku di Bekasi, 22 Juli 2020/Dok.KBI

Sistem Resi Gudang (SRG) untuk komoditas ayam beku sudah mulai dijalankan oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Dengan adanya SRG ini diharapkan ke depan kesejahteraan peternak ayam akan semakin meningkat.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) memperkirakan ke depan SRG untuk komoditas ayam beku akan banyak dimanfaatkan karena adanya surplus ayam potong nasional.

“Selama ini ayam karkas beku belum bisa memanfaatkan Sistem Resi Gudang, karena gudangnya yang belum ada. Namun kini dengan sudah siapnya gudang untuk komoditas ini, kami optimis instrumen resi gudang ayam karkas beku ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Fajar disela-sela acara peresmian Gudang SRG Komoditas Ayam Karkas Beku di Bekasi, Rabu (22/7), seperti disampaikan melalui keterangan pers.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang turut hadir dalam peresmian Gudang SRG Ayam Beku tersebut menyampaikan bahwa SRG ayam karkas beku ini dapat dimanfaatkan seluruh pelaku usaha dalam rantai bisnis komoditas ayam, terutama para peternak mandiri. Dengan memanfaatkan SRG, para peternak mandiri dapat mendukung tata kelola usaha peternakan dan memberikan nilai tambah bagi usaha mereka. Pemanfaatan SRG ini ke depannya juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor peternakan ayam.

Baca Juga :   Perdagangan Berjangka Komoditi Tumbuh, Kinerja Keuangan KBI pun Ikut Moncer

Gudang berpendingin (cold storage) yang diresmikan kali ini  memiliki kapasitas 60 ton (20 ton untuk SRG) dengan luas 216 meter persegi. Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitas blasting untuk pembekuan, gudang untuk penyimpanan filet dan gudang untuk penyimpanan karkas.

Terkait komoditas ayam nasional, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi surplus antara tingkat produksi dibandingkan dengan tingkat konsumsi masyarakat.  Data Kementerian Pertanian menunjukkan, pada tahun 2020 produksi ayam ras nasional mencapai 2,7 juta ton. Sedangkan tingkat konsumsi nasional hanya 1,4 juta ton. Sedangkan  tahun 2019, produksi ayam ras nasional sebesar 2,5 juta ton dan konsumsi nasional  1,4 juta ton.

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No.33 tahun 2020, tentang Barang yang Dapat Disimpan di Gudang dalam rangka Penyelenggaraan Sistem Resi Gudang, saat ini terdapat 18 jenis komoditas yang masuk dalam skema Sistem Resi Gudang, yaitu  gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, dan ayam beku karkas.

Baca Juga :   Kliring Berjangka Indonesia Jalin Kerja Sama Repo Resi Gudang dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk

Fajar mengatakan berjalannya Resi Gudang untuk komoditas ayam karkas beku ini menjadi angin segar bagi para peternak ayam. “Kita tahu, harga ayam akan sulit terkontrol apabila terus terjadi surplus dan akhirnya peternak yang dirugikan dengan harga ayam yang turun. Dengan pemanfaatan Resi Gudang untuk komoditi ayam karkas beku ini, harga ayam akan terjaga dan pada akhirnya akan memberikan dampak positif kepada para peternak,”ujarnya.

Sistem Resi Gudang sendiri di Indonesia bukanlah hal yang baru khususnya untuk beberapa komoditas. Data PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menunjukkan, sepanjang tahun 2019 telah diregistrasikan sebanyak 444 Resi Gudang dengan nilai pembiayaan mencapai Rp61,7 miliar. Sedangkan untuk tahun 2020, sampai dengan Mei, tercatat 111 Resi Gudang dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 25,7 miliar.

“Kedepan kami optimis, pemanfaatan Sistem Resi Gudang akan tumbuh positif. Hal ini melihat luasan wilayah Indonesia yang memiliki banyak komoditas, serta masyarakat yang mulai memahami manfaat dari Resi Gudang. Kami bersama pemangku kepentingan lain, tetap akan terus melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan sistem resi gudang ini. Hal ini sejalan dengan peran kami sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan sebagai akseletator ekonomi masyarakat,” ujar Fajar.

Baca Juga :   New Normal di Kliring Berjangka Indonesia: Karyawan Punya Penyakit Bawaan Tak Diizinkan Masuk Kerja

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tjahya Widayanti optimistis Sistem Resi Gudang (SRG) dapat memberikan kontribusi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Leave a reply