Ancaman Siber Baru Sebanyak 375 Per Menit, Inilah Pesan McAfee untuk Pengguna Pembayaran Digital

0
112

Ilustrasi akses internet melalui smart phone/Ist

Pembayaran digital di Indonesia telah berubah dengan cepat selama beberapa tahun terakhir dan menjadi gaya hidup konsumen sekarang. Apalagi adanya Covid-19 semakin mendorong masyarakat lebih banyak bertransaksi secara digital.

Perkembangan pembayaran digital ternyata dibarengi juga peningkatan kejahatan siber. Menurut laporan terbaru McAfee, Covid-19 Threat Report: July 2020, McAfee Labs menemukan adanya 375 ancaman baru setiap menitnya melalui aplikasi jahat, kampanye phishing, malware, dan lainnya. Selain itu, jumlah serangan siber yang memanfaatkan konten Covid-19 di Indonesia mencapai 88 juta dari bulan Januari hingga April.

“Pelaku kejahatan siber bergerak sangat cepat untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai atau cashless dengan menggunakan teknologi dan keterampilan yang canggih untuk menciptakan cara penipuan yang mudah dipercaya,” kata Head of Southeast Asia Consumer McAfee Shashwat Khandelwal dalam siaran pers.

Menurut Shashwat, perkembangan dan penggunaan pembayaran digital memudahkan para penjahat siber untuk menipu pengguna dan mengambil uang mereka. Masyarakat Indonesia perlu mengetahui berbagai tips keamanan bertransaksi secara digital untuk menghindari penipuan.

Baca Juga :   Dirjen Pajak Tunjuk 12 Perusahaan Pemungut PPN 10% Barang dan Jasa Digital

Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari kejahatan siber. Pertama, pelajari hal-hal dasar mengenai keamanan siber. Halini dapat dilakukanakses langsung ke sumber yang dituju ketimbang mengklik tautan di dalam email atau SMS, tidak menyebar data pribadi atau keuangan, jangan pernah memberikan kata sandi atau One Time Password (OTP) apabila diminta oleh orang yang tidak dikenal melalui telepon, email, atau situs yang mencurigakan, menetapkan pemberitahuan atau notification untuk limit transaksi di e-wallet sehingga transaksi yang mencurigakan dapat terdeteksi sebelum terlambat dll.

Kedua, amankan perangkat digital. Misalkan melindungi diri dengan solusi keamanan yang mumpuni, terutama untuk orang tua dan lansia, yang bisa melindungi pengguna dari berbagai risiko keamanan siber saat menjelajah dunia online. Sebagai tambahan, dengan mengaktifkan fitur penelusuran yang aman sebagai salah satu cara memastikan keamanan perangkat, ini dapat membantu pengguna untuk menghindari website palsu yang berbahaya yang didesain untuk mencuri identitas dan data pengguna.

Baca Juga :   Pembayaran Digital Berkembang Seiring dengan Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat

 Ketiga, senantiasa mempelajari fakta tentang penipuan digital. Masyarakat perlu mempelajari tentang jenis penipuan online yang umum, pengetahuan tentang jenis penipuan baru, dan langkah-langkah yang perlu mereka ambil ketika menemukan kasus.Beberapa contoh penipuan yang umum ditemukan adalah penipuan identitas, penipuanphishing dan penipuan e-commerce.

Leave a reply