Hari Asuransi, Manulife Bagikan 5 Tips Jaga Keuangan Keluarga dari Risiko Tak Terduga

Keluarga perlu memiliki dana darurat, mengevaluasi kebutuhan perlindungan, serta menyusun perencanaan keuangan jangka panjang sesuai kondisi dan tanggungan masing-masing.
0
13

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membagikan lima langkah untuk membantu keluarga menjaga kondisi finansial dari berbagai risiko tak terduga, mulai dari masalah kesehatan hingga gangguan penghasilan. Tips ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Asuransi Indonesia yang diperingati setiap 18 Oktober.

Manulife Indonesia menilai, kesiapan finansial keluarga tidak cukup hanya dengan mengatur pengeluaran dan menyiapkan tabungan. Keluarga juga perlu memiliki dana darurat, mengevaluasi kebutuhan perlindungan, serta menyusun perencanaan keuangan jangka panjang sesuai kondisi dan tanggungan masing-masing.

Pentingnya perencanaan tersebut tercermin dalam Manulife Asia Care Survey 2026. Survei itu mencatat, sebanyak 62% orang dewasa di Indonesia memiliki tanggung jawab merawat anggota keluarga. Di sisi lain, mereka berencana mengalokasikan rata-rata 60% aset finansial untuk mendukung kemandirian finansial sendiri dan 40% sebagai warisan bagi anak dan keluarga.

Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Shierly Ge mengatakan, kebutuhan keluarga perlu menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan keuangan. Namun, keluarga juga perlu menyiapkan perlindungan agar lebih siap menghadapi risiko yang dapat memengaruhi kesehatan maupun penghasilan.

“Dengan memahami prioritas dan risiko yang dihadapi, keluarga dapat mengambil langkah yang lebih relevan di setiap tahap kehidupan,” ujar Shierly.

Baca Juga :   Dirut: Jasa Raharja Kelola Investasi Secara Hati-Hati

Berikut lima langkah yang dapat dilakukan keluarga untuk memperkuat kesiapan finansial.

  1. Evaluasi kondisi keuangan dan kesehatan keluarga

Langkah pertama adalah memetakan kondisi keuangan, mulai dari penghasilan, pengeluaran rutin, utang, jumlah tanggungan, hingga perlindungan yang telah dimiliki. Evaluasi ini membantu keluarga mengenali kebutuhan yang harus diprioritaskan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko keuangan.

Kondisi kesehatan juga perlu diperhatikan. Manulife Asia Care Survey 2026 mencatat, sebanyak 16% responden dewasa di Indonesia belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tenaga medis profesional.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pemahaman terhadap riwayat kesehatan dapat membantu keluarga mengantisipasi kebutuhan perawatan serta memperkirakan dampak finansial yang mungkin timbul.

  1. Siapkan dana darurat secara bertahap

Dana darurat menjadi salah satu penyangga keuangan ketika keluarga menghadapi kebutuhan mendesak, seperti biaya pengobatan, perbaikan rumah, atau kehilangan penghasilan.

Manulife menyarankan keluarga membangun dana darurat secara bertahap melalui alokasi rutin. Sebagai target awal, dana darurat dapat disiapkan sebesar tiga hingga enam bulan pengeluaran, dengan penyesuaian berdasarkan jumlah tanggungan dan kestabilan penghasilan.

Baca Juga :   BNI Life: Situasi Pandemi, Waktu Tepat Beli Asuransi

Dana tersebut sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang relatif aman dan mudah dicairkan agar dapat digunakan ketika dibutuhkan.

  1. Siapkan perlindungan terhadap risiko kehilangan penghasilan

Gangguan terhadap sumber penghasilan dapat memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, membayar cicilan, hingga mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Karena itu, keluarga perlu mengevaluasi perlindungan terhadap risiko seperti sakit atau kecelakaan yang dapat mengganggu kemampuan pencari nafkah dalam bekerja.

Asuransi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu mengelola risiko tersebut. Namun, keluarga perlu memastikan manfaat perlindungan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan membayar premi, dan ketentuan polis, termasuk risiko yang ditanggung serta prosedur klaim.

  1. Tinjau kembali rencana keuangan jangka panjang

Kebutuhan finansial berubah seiring bertambahnya usia dan perubahan kondisi keluarga. Rencana pembiayaan pendidikan anak, persiapan pensiun, dan warisan karena itu perlu ditinjau secara berkala, setidaknya setahun sekali atau ketika terjadi perubahan penting dalam kehidupan keluarga.

Keterbukaan dalam membicarakan kondisi dan tujuan keuangan juga dapat membantu setiap anggota keluarga memahami prioritas serta perannya.

Survei Manulife mencatat, sebanyak 82% orang dewasa di Indonesia percaya bahwa percakapan yang terbuka dan jujur mengenai masa tua dan pensiun dapat membantu meningkatkan kesejahteraan.

  1. Pertimbangkan pendampingan profesional
Baca Juga :   Inilah Langkah-Langkah OJK Mereformasi IKNB

Kebutuhan perlindungan dan perencanaan keuangan setiap keluarga berbeda. Karena itu, pendampingan profesional dapat dipertimbangkan untuk membantu memetakan kebutuhan, mengidentifikasi kesenjangan perlindungan, serta memahami pilihan produk yang tersedia.

Sebelum mengambil keputusan, keluarga perlu mempelajari manfaat, biaya, risiko, pengecualian, dan jangka waktu produk yang ditawarkan. Keputusan juga perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kemampuan finansial agar perlindungan yang dipilih tidak membebani pengeluaran rutin.

Momentum Hari Asuransi Indonesia dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengevaluasi kembali kesiapan finansial mereka. Dengan memulai dari kebutuhan yang paling mendesak, membangun dana darurat, dan memilih perlindungan yang sesuai, keluarga dapat menyusun langkah antisipasi terhadap risiko tak terduga sekaligus menjaga keberlanjutan rencana keuangan jangka panjang.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics