BCA Bantah Rumor Merger dengan DBS Indonesia, Ini Penjelasannya
Gedung Menara BCA/Dok.BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membantah rumor mengenai rencana merger dengan PT Bank DBS Indonesia. Perseroan menegaskan informasi yang beredar di media sosial mengenai penggabungan kedua bank tersebut tidak benar.
Penegasan itu disampaikan BCA melalui surat klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 30 Oktober 2026. Surat bernomor 036/CSG-IVR/2026 tersebut merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan BEI melalui surat No. S-13477/BEI.PP2/10-2026 tertanggal 29 Oktober 2026 mengenai pemberitaan di media massa.
Dalam surat yang ditandatangani Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo, perseroan secara tegas membantah kabar mengenai rencana merger dengan anak perusahaan DBS.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar terkait rumor merger BCA dengan anak perusahaan DBS dengan ini kami sampaikan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR,” demikian pernyataan BCA dalam surat tersebut.
BCA juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi melalui sumber-sumber resmi, termasuk situs resmi perseroan dan media massa yang kredibel. Perseroan menegaskan bahwa kegiatan operasionalnya senantiasa dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian, integritas, serta ketentuan peraturan yang berlaku.
Rumor merger tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Informasi yang beredar menyebutkan Bank DBS Indonesia akan digabungkan ke dalam BCA, dengan BCA menjadi entitas yang bertahan setelah proses penggabungan.
Rumor tersebut juga menyebutkan pemegang saham DBS Indonesia akan memperoleh saham baru BCA sebagai kompensasi atas kepemilikan saham sebesar 99%. Adapun BCA saat ini memiliki 1% saham DBS Indonesia.
Pihak DBS juga telah membantah kabar tersebut. Juru bicara DBS menyatakan tidak ada kebenaran dalam rumor yang mengaitkan anak usahanya di Indonesia dengan rencana merger bersama BCA.
BCA membukukan laba bersih sebesar Rp45,2 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Laba bersih BCA dan entitas anak tersebut tumbuh 4,2% secara tahunan (year-on-year/YoY).Â
DBS Indonesia merupakan anak usaha DBS Bank yang berkantor pusat di Singapura. Bank yang berdiri sejak 1989 tersebut menyediakan layanan perbankan korporasi, usaha kecil dan menengah (UKM), konsumer, serta pengelolaan kekayaan (wealth management).
Pada akhir 2025, DBS Indonesia membukukan total aset sekitar Rp139 triliun, kredit Rp81 triliun, dan dana nasabah Rp98,5 triliun.