Januari-September 2026, BCA Bukukan Laba Bersih Rp45,2 Triliun
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp45,2 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Laba bersih BCA dan entitas anak tersebut tumbuh 4,2% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan ekspansi penyaluran kredit perseroan. Hingga September 2026, kredit BCA tumbuh 12,6% YoY menjadi Rp1.063 triliun.
“Kami berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers, Selasa (27/10/2026).
Dari total kredit yang disalurkan, kredit produktif mencapai Rp831 triliun, tumbuh 17,2% YoY. Kredit produktif tersebut mencakup pembiayaan korporasi sebesar Rp528,1 triliun, meningkat 20,9% YoY.
Sementara itu, kredit komersial tercatat sebesar Rp154,1 triliun atau tumbuh 7,8% YoY. Adapun kredit usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai Rp149,2 triliun, meningkat 15,4% YoY.
BCA menyebut pertumbuhan kredit UKM perseroan secara konsisten berada di atas rata-rata industri perbankan nasional hingga kuartal III 2026.
Di tengah ekspansi kredit, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio loan at risk (LAR) BCA tercatat sebesar 4,6%, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 1,8% per September 2026.
Dari sisi pendanaan, BCA mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8% YoY menjadi Rp1.301 triliun. Dana murah atau current account and savings account (CASA) tumbuh 10,4% YoY menjadi Rp1.103 triliun.
Pertumbuhan CASA tersebut menopang likuiditas perseroan dalam menjalankan ekspansi kredit.
Selain pembiayaan konvensional, BCA juga memperluas penyaluran kredit berkelanjutan. Per September 2026, kredit berkelanjutan BCA mencapai Rp280,3 triliun, tumbuh 16,3% YoY. Nilai tersebut setara dengan 26,4% dari total portofolio pembiayaan perseroan.
Untuk mendukung pembiayaan sektor UKM, BCA juga menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026. Program yang berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027 tersebut menawarkan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun serta jangka waktu kredit yang lebih panjang bagi pelaku UMKM.
Hendra mengatakan, BCA terus menghadirkan produk dan solusi untuk memenuhi kebutuhan nasabah, termasuk melalui pengembangan layanan digital dan produk pembiayaan.
Salah satu produk yang dihadirkan adalah program KPR Fixed Terencana, yang ditujukan untuk membantu nasabah merencanakan pembiayaan hunian di tengah dinamika suku bunga.