BII Komitmen Tempatkan Dana Iklim US$ 1,6 M di Asia Tenggara, Ini Alasannya

0
4
Reporter: Rommy Yudhistira

British International Investment (BII) berkomitmen menempatkan dana iklim sebesar US$ 1,6 miliar di Asia Tenggara. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung negara-negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Thailand untuk beralih dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil, menjadi energi terbarukan.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan, untuk mewujudkan komitmen tersebut, BII akan membuka kantor pusatnya di Singapura. Kemudian, dari total US$ 1,6 miliar yang akan diinvestasikan selama 5 tahun ke depan, setengah modalnya berasal dari BII, sisanya akan dihimpun dari investor swasta.

Menurut Ed Miliband, krisis iklim menjadi masalah keamanan nasional yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemerintah Inggris memiliki agenda terdepan untuk mengatasi krisis iklim, baik di dalam negeri, maupun di tingkat internasional.

“Sebagai lembaga pembiayaan pembangunan Inggris, BII berperan penting dalam mendorong investasi swasta yang lebih besar untuk mendukung pencapaian target iklim dan pembangunan kami,” kata Ed Miliband dalam keterangan resminya pada Senin (12/10).

Sementara itu, Chief Executive Officer BII Leslie Maasdorp menjelaskan, BII telah meluncurkan British Climate Partners (BCP) untuk menjadi salah satu wadah penyaluran modal tersebut. BCP berdiri khusus untuk berinvestasi di negara-negara Asia dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, dan tingkat emisi karbon yang tinggi.

Baca Juga :   SUN Energy Dukung Transformasi Green Mining di Sektor Pertambangan Nasional

Leslie berpendapat, krisis iklim menjadi tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Karena itu, BII berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menurunkan emisi, dan memberikan imbal hasil bagi pembayar pajak di Inggris.

“Satu-satunya fokus kami untuk kawasan Asia Tenggara adalah mendanai proyek-proyek di bidang pendanaan iklim yang akan berkontribusi pada masa depan ekonomi kawasan yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Leslie.

Head of Asia BII Srini Nagarajan menyebutkan, BII telah memantapkan posisinya di Asia Tenggara sebagai penyedia modal yang fokus pada percepatan pengembangan proyek di bidang pendanaan iklim.

“Dalam 5 tahun ke depan, kami akan mengalokasikan modal dalam jumlah yang jauh lebih besar untuk memperluas peluang pendanaan iklim dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau,” ujar Srini.

Leave a reply

Iconomics