BP BUMN Akan Restrukturisasi PTPN Lewat Tata Aset, Struktur Pembiayaan hingga Optimalisasi Sinergi
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria
Badan Pengaturan (BP) BUMN mengarahkan restrukturisasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) melalui penataan aset, struktur pembiayaan, dan optimalisasi sinergi entitas. Salah satu pendekatan yang disiapkan yakni transaksi non-tunai untuk mengurangi beban perusahaan, termasuk melalui sekma inovasi transaksi.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, pihaknya juga memperkuat restrukturisasi PTPN I dengan memperkuat kinerja keuangan, menata portofolio usaha, dan membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Hasil dari upaya itu, kata Dony, mulai terlihat dari laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang positif sebesar Rp 1,9 triliun. Sinergi dengan PalmCo menjadi faktor pendukung menguatnya kondisi keuangan grup.
“Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo-nya sehat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Selasa (27/10).
Dari sisi operasional, kata Dony, PTPN I menyiapkan program peningkatan produktivitas komoditas unggulan, khususnya di sektor karet, teh, dan kopi. BP BUMN menargetkan restrukturisasi bisnis dapat berjalan pada 1 Januari 2027.
Setelah itu, lanjut Dony, BP BUMN dan Danantara Indonesia akan melanjutkan langkah perbaikan operasional agar perusahaan memiliki fundamental yang kuat, dan meningkatkan daya saing.
Melalui restrukturisasi itu, kata Dony, BP BUMN dan Danantara mendorong PTPN Group memperkuat kinerja seluruh entitas secara menyeluruh. Dengan perbaikan tersebut, tiap-tiap perusahaan dalam PTPN Group akan memiliki fondasi keuangan yang kuat, sehat, dan kapasitas untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Saya tidak mungkin membiarkan ada perusahaan yang rugi karena konsep penataan seluruh perusahaan ini kan justru menjadikan perusahaan ini solid semua, sehat-sehat semua. Nanti performance manajemennya juga sama,” ujar Dony.