Laba RANS Naik 27,3%
Nagita Slavina Mariana Tengker, Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan laba periode berjalan tumbuh sebesar 27,3% menjadi Rp35,07 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. RANS juga mencatatkan peningkatan laba operasi sebesar 18,4%, dari Rp35,56 miliar menjadi Rp42,12 miliar.
Manajemen RANS menyebut Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp243,74 miliar, meningkat 5,1% dibandingkan Rp231,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun beban pokok pendapatan juga meningkat sebesar 11,5% dari Rp138,30 miliar menjadi Rp154,18 miliar.
Pendapatan terbesar RANS diperoleh dari lini bisnis production house, acara dan ticketing yang memberi kontribusi sebesar 35,4% terhadap total pendapatan atau setara dengan Rp86,39 miliar. Lini bisnis ini mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 117,7% dibandingkan Rp39,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor pendapatan terbesar kedua berasal dari lini bisnis penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP), yang menyumbang 30,4% terhadap total pendapatan atau sebesar Rp74,12 miliar, meningkat 2,9% dibandingkan Rp72,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan lainnya berasal dari lini bisnis konten media sosial, duta merek dan talent management serta lain-lain.
Total aset RANS mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 85,6% dari Rp461,03 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp855,73 miliar pada 30 September 2026. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar 406,8% menjadi Rp507,43 miliar, seiring dengan penerimaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp429,25 miliar sebelum dikurangi biaya emisi saham.
RANS juga berhasil menurunkan total liabilitas sebesar 35,78% dari Rp120,23 miliar pada periode 31 Desember 2025 menjadi Rp77,21 miliar pada periode 30 September 2026. Penurunan ini terutama didukung oleh pelunasan sisa saldo hutang bank senilai Rp37,3 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.
Penguatan posisi keuangan Perseroan juga tercermin dari rasio lancar (current ratio) yang meningkat dari 2,63 kali menjadi 8,66 kali, serta rasio liabilitas terhadap aset (debt to asset ratio) yang menurun dari 26,1% menjadi 9,0%.