Presdir AP II: Ada 3 Program dalam Strategi Asset Recycling

0
595

Iconomics - PT Angkasa Pura II memilih strategi asset recycling atau pemanfaatan aset lama guna menghasilkan aset baru untuk meningkatkan pendapatan serta mengakselerasi pemulihan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan strategi asset recycling dijalankan melalui tiga program.

“AP II melakukan pemanfaatan aset melalui tiga program yakni asset optimization program (brown field asset), asset acceleration program (asset under construction) dan asset utilization program (green field asset) sebagai strategi mempercepat pemulihan bisnis di tengah pandemic,” kata Presdir AP II dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan program asset pptimization guna membuat aset eksisting yang sudah menghasilkan pendapatan, bisa memiliki nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan. Sementara asset acceleration guna membuat aset yang tengah dibangun sudah disiapkan untuk menghasilkan pendapatan sebelum konstruksi 100% selesai. Kemudian, asset utilization adalah aset eksisting idle yang akan dikembangkan untuk meraih pendapatan baru.

Ia menuturkan pemanfaatan aset dapat dilakukan secara organik dan anorganik. Menurutnya, kemanfaatan aset secara organik melibatkan 5 anak usaha yaitu PT Angkasa Pura Solusi, PT Angkasa Kargo, PT Angkasa Pura Propertindo, PT Angkasa Pura Aviasi, dan PT Gapura Angkasa, serta perusahaan terafiliasi. Sementara itu, pemanfaatan aset secara anorganik dilakukan melalui kemitraan bisnis serta kemitraan strategis dengan pihak eksternal (corporate action).

Baca Juga :   Komisi VI DPR Terima Usulan PMN IFG Senilai Rp 6 T untuk 2023

AP II menegaskan kemitraan bisnis dan kemitraan strategis yang dilakukan AP II selaku pengelola bandara harus mendatangkan 3E yakni Expansion the traffic (mendatangkan lalu lintas penerbangan), Expertise sharing (adanya transfer knowledge) dan Equity partnership (pemenuhan kebutuhan pendanaan).

Adapun manfaat yang didatangkan dari kemitraan strategis antara lain adanya dividend cash, upfront payment, revenue sharing, serta pembangunan aset baru dengan pola BOT. Awaluddin mengatakan kerja sama dengan eksternal dapat membuat AP II mereduksi modal kerja dan modal investasi dalam operasional dan pengembangan bandara, serta meningkatkan pendapatan. Salah satunya, AP II telah menggandeng GMR Airport Consortium dalam melakukan kemitraan strategis untuk pengelolaan dan pengembangan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Selain itu ada rencana lainnya yakni kemitraan strategis antara AP II dengan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA). Rencananya kemitraan akan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta dan juga kawasan Cargo Village Bandara Soekarno-Hatta.

Leave a reply

Iconomics
Close